Belajar Bersama Anak Melalui Dongeng | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Belajar Bersama Anak Melalui Dongeng


Kategori: Artikel

Banyak orang tua melarang anak-anaknya untuk membaca buku cerita pada hari-hari sekolah. Siapa bilang buku cerita hanya akan mengganggu anak belajar? Sebenarnya, asalkan orang tua bisa menerapkan disiplin waktu serta dijadwalkan dengan benar, membaca buku cerita tidak akan mengganggu acara belajar anak. Toh, ada banyak manfaat yang bisa diambil.

Bagi orang tua yang memiliki anak balita, membaca buku cerita atau mendongeng bisa menjadi sarana belajar yang menyenangkan. Bahkan, ada pula ahli pendidikan yang berpendapat bahwa mendongeng bisa meningkatkan kecerdasan anak.

Dengan mendongeng, ada banyak hal yang bisa orang tua ajarkan, terutama bagi mereka yang masih balita. Mulai dari moral, etika, hingga pelajaran akan hidup. Caranya bisa bermacam-macam. Untuk Anda yang hobi mendongeng tentang binatang, anak yang masih balita akan lebih menyukai jika Anda berbicara sambil meniru suara binatang-binatang yang ada dalam tokoh cerita tersebut. Bila perlu, gunakan boneka tangan untuk menghidupkan suasana. Saat mendongeng, bisa juga disisipkan karakter si binatang, kebiasaan-kebiasaan si binatang setiap harinya, hingga pesan-pesan moral tentang etika.

Buku cerita bergambar dengan bentuk tulisan yang menarik dan berwarna-warni, juga bisa menjadi sarana orang tua untuk sekaligus mengajarkan huruf-huruf dan angka, sehingga akan lebih mudah bagi anak untuk belajar membaca. Konon, cara belajar membaca seperti ini jauh lebih efektif ketimbang cara belajar membaca yang konvensional.

Mendongeng dengan buku cerita yang bergambar ternyata juga bisa merangsang daya imajinasi anak untuk mengembangkan cerita berdasarkan gambar yang ia lihat. Sebagai contoh, saat ia melihat gambar mobil pada satu sisi halaman, walaupun ia belum bisa membaca, si anak dengan sendirinya akan merangsang cerita yang berkaitan dengan mobil tersebut. Hal ini akan memberikan efek yang positif bila orang tua bisa mengarahkan secara benar. Biarkan ia mengembangkan imajinasinya.

Untuk merangsang pemikirannya, bisa juga dipilihkan bacaan-bacaan edukatif yang mampu membuat mereka berpikir secara kritis.

Sementara untuk memotivasi dan memacu semangat belajar mereka, Anda bisa juga mendongengkan cerita-cerita para penemu. Dengan demikian, bukan tak mungkin bila suatu saat mereka ingin sesukses tokoh penemu favorit mereka.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul surat kabar : Kompas, Rabu, 2 November 2011
Penulis artikel : Aya
Halaman : 41

Komentar