Skip to main content

Artikel

Melihat Dunia dengan Membaca

Penulis: Niken Syahirul

Budaya membaca dalam kurun beberapa waktu terakhir agaknya semakin terkikis, bahkan hilang dari kehidupan masyarakat. Ini merupakan kondisi yang memprihatinkan. Betapa tidak? Membaca adalah kegiatan yang sangat penting.Dengan membaca orang memperluas pengetahuan dan wawasan akan berbagai hal.

Jadikan Buku Sahabat Anak

Penulis: T. Tjahjo Widyasmoro

Bukan rahasia lagi, minat baca di negeri kita tergolong rendah. Entah mengapa, bangsa ini seolah-olah "jauh" dari yang namanya buku. Padahal persoalan membaca bukan semata soal ketiadaan waktu, mahalnya buku, atau jumlah buku yang terbatas. Lebih dari itu, membaca harus dipercaya dapat mengubah pola pikir seseorang dan menjadikannya maju. Kalau tidak, percuma!

Kulihat Buku dari Ruang Tamu Hingga Toilet

Penulis: Nis Antari

Saya enggak mau dianggap ketinggalan!" begitu pengakuan Ferry Salim (37), aktor, presenter, dan duta Unicef ini saat ditanya alasannya kenapa begitu keranjingan membaca buku. Segala macam jenis bacaan dari berbagai bidang dia baca tanpa kecuali. Mode, kuliner, sastra, psikologi, teknologi, hingga politik dan ekonomi. Minimnya waktu luang bukan alasan bagi bapak dua anak ini untuk tidak mengikuti semua perkembangan lewat bacaan.

Semua Angka Punya Makna

Penulis: Emshol

Pernahkah Anda memperhatikan, International Standard Book Number (ISBN) buku yang Anda baca? Kalau Anda tidak bekerja di perpustakaan, penerbit, atau tidak pernah berurusan dengan ISBN, deretan nomor itu seperti tak bermakna. Padahal bagi penerbit, nomor ini sama pentingnya dengan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP). Biasanya, nomor ini ditulis kecil di tempat yang jarang dilihat pembaca. Di bagian bawah sampul belakang atau di balik halaman judul, misalnya. Setiap buku di dunia memiliki nomor ISBN berbeda.