Membangun Perpustakaan Anak, Mau Coba? | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Membangun Perpustakaan Anak, Mau Coba?


Kategori: Kiat-kiat

Ditulis oleh: Adiana

Mendorong anak-anak untuk gemar membaca memang gampang-gampang susah. Terkadang, mereka enggan membaca bukan semata-mata karena mereka tidak mau membaca, melainkan bisa juga disebabkan oleh suasana ruang baca yang tidak menarik bagi mereka dan tidak sesuai dengan "dunia" mereka yang ceria, gembira, dan berwarna-warni. Pada kenyataannya, untuk menarik minat mereka, kita pun harus melakukannya dengan cara mereka, yaitu dengan memasukkan sentuhan "dunia anak-anak" ke dalam perpustakaan. Untuk mewujudkannya, Anda dapat mencoba beberapa tip di bawah ini.

  1. Mulailah dengan buku yang Anda miliki sekarang. Banyak orang berpikir bahwa untuk membuka suatu perpustakaan harus dimulai dengan sebanyak mungkin koleksi buku. Mulailah dengan koleksi buku yang sudah Anda miliki saat ini. Jika Anda sudah punya niat, segera kumpulkan semua buku Anda, dan mulailah mewujudkan perpustakaan anak dari buku-buku yang sudah ada tersebut.

  2. Rencanakan kegiatan yang variatif seputar buku dan membaca. Jika target perpustakaan adalah anak-anak, usahakan untuk membuat beberapa rencana kegiatan kreatif sehubungan dengan buku atau membaca di perpustakaan Anda. Anak kecil sering jenuh dengan satu hal monoton, jadi perlu adanya aktivitas lain yang menarik di perpustakaan. Anda dapat mengajak anak-anak menggambar atau mewarnai bersama, bimbingan belajar, atau mengadakan permainan-permainan ringan lainnya.

  3. Pilihlah buku-buku anak yang terlihat ceria, gembira, penuh gambar yang berwarna, dan tidak terlalu membingungkan anak. Anda dapat memilih buku-buku seperti cerita Alkitab bergambar, dongeng-dongeng (tetapi cari yang kental dengan prinsip-prinsip Kristen), komik-komik cerita Alkitab, majalah untuk anak, buku renungan harian untuk anak, dll..

  4. Sedikit demi sedikit, mulailah kumpulkan koleksi buku Anda. Anda bisa mulai dengan mencari judul-judul buku yang lain. Tidak harus baru, bisa juga dengan membeli buku-buku bekas. Atau, Anda bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Melalui Facebook atau Twitter, Anda bisa membagikan visi dan misi perpustakaan Anda. Siapa tahu, ada teman atau follower Anda yang tertarik untuk menitipkan, bahkan memberikan bukunya untuk dipakai dalam perpustakaan Anda.

  5. Terus bersemangat untuk menceritakan atau mempromosikan perpustakaan anak yang sudah Anda buat. Anda bisa mulai melakukan sosialisasi untuk perpustakaan Anda kepada aparat pemerintah di tempat tinggal Anda, RT maupun RW. Mereka perlu mengetahui kegiatan Anda agar dapat turut mendukungnya. Anda juga bisa membuat brosur sederhana yang dibagikan ke rumah-rumah atau anak-anak di sekitar Anda. Percayalah apa yang telah Anda upayakan dapat menjadi berkat bagi anak-anak di lingkungan Anda.

Anak-anak adalah penerus bangsa. Minat mereka untuk membaca buku-buku yang sudah dibangun sejak kecil akan semakin mengembangkan karakter mereka dan memperkenalkan mereka kepada Kristus. Hal ini akan menjadi bekal bagi kehidupan mereka selanjutnya. Jika Anda terbeban untuk melayani anak-anak melalui perpustakaan anak, cobalah untuk memulainya. Bukan dengan modal yang besar atau koleksi buku yang berlimpah, tetapi dengan niat dan kerinduan hati yang terdalam bagi anak-anak yang sangat dikasihi Tuhan kita, Yesus Kristus. Selamat mencoba. Tuhan Yesus memberkati.

Sumber bacaan:

  1. Asyhad, M. Habib. 2013. "Berbagi Buku Sekaligus Kebahagiaan". Edisi Agustus 2013. Jakarta: Intisari. Hlm. 20

  2. ___________. "Memulai Perpustakaan di SM". Dalam http://pepak.sabda.org/01/nov/2005/anak_memulai_perpustakaan_di_sm

Komentar