Latar Belakang Perjanjian Baru III | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Latar Belakang Perjanjian Baru III


Kategori: Resensi Buku Cetak, Biblika

Judul asli : --
Penulis : Dr. Lukas Tjandra
Penerjemah : Ev. Eunice Liauw
Penerbit : Departemen Literatur SAAT, Malang 1999
Ukuran buku : 14 x 21,3 cm
Tebal : 222 halaman
Sumber : Pub. e-Buku edisi 58/2008

Ketika kita mempelajari Alkitab Perjanjian Baru (PB) dengan lebih mendalam, kita akan menemukan beberapa pertanyaan yang perlu untuk dijawab agar kita bisa mengerti isi PB tersebut. Beberapa contoh pertanyaan yang mungkin muncul misalnya: dari mana asal usul orang Farisi, latar belakang Raja Herodes (karena nampaknya dalam PB disebutkan beberapa Raja Herodes), bagaimana hubungan antara agama Yahudi dengan agama Kristen, dll.. Ada pula yang mempertanyakan tentang masa peralihan antara Perjanjian Lama (PL) dan PB. Apa saja yang terjadi pada masa peralihan itu? Apa yang dimaksud dengan kitab Pseudopigrafa? dan seterusnya.

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan dijawab oleh buku yang ditulis oleh Dr. Lukas Tjandra ini. Buku ini merupakan bagian terakhir dari seri buku "Latar Belakang Perjanjian Baru" yang memiliki total 3 seri, yaitu: "Latar Belakang Sejarah (I)", "Latar Belakang Agama (II)", dan yang terakhir adalah buku ini, "Latar Belakang Sastra (III)". Sekalipun buku ini menekankan pada penelitian latar belakang PB, namun Dr. Lukas Tjandra juga membahas tentang kitab agama Yahudi dan PL, kitab-kitab Apokrifa dan Pseudopigrafa, fakta-fakta sejarah yang terjadi pada masa peralihan PL dan PB dengan singkat. Dalam bab-bab selanjutnya, Dr. Lukas Tjandra membahas mengenai Gulungan Laut Mati dan hal-hal seputarnya. Penjelasan ini tentunya dapat membantu Anda yang tertarik dan atau sedang mendalami PB dengan melihat latar belakang peristiwa yang terjadi, konteks pada masa PB ditulis, sastra dan penulisan, termasuk mengenai terjemahan-terjemahan Alkitab kuno.

Ambil buku ini dan pakailah sebagai kapak untuk menggali Alkitab PB.

Peresensi: Billy Wagey

Komentar