A Christmas Carol | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

A Christmas Carol


Kategori: Resensi Buku Cetak

Gambar: A Chrismas Carol
Judul buku : A Christmas Carol
Judul asli : --
Penulis/Penyusun : Charles Dickens
Penerjemah : --
Editor : Malvina G. Voge
Penerbit : Baronet Books, New Yorks
Ukuran buku : 5.5 x 8 cm
Tebal : 238 Halaman
ISBN : 978-1596792371
Buku online : --
Download : --

Ebenezer Scrooge adalah seorang pria tua kaya yang terkenal pelit di London. Dia memiliki sebuah bisnis yang begitu maju dan sangat besar. Bisnis itu dibangun bersama dengan sahabatnya Tuan Marley yang mana memiliki sifat pelit sama halnya dengan Scrooge. Saat ini bisnis itu di lanjutkan oleh Scrooge setelah kematian Tuan Marley. Bagi Scrooge tidak ada yang lebih penting dari pada menghasilkan banyak uang bahkan pada hari Natal sekalipun ia tetap bekerja. Scrooge bukanlah pria tua yang ramah, dia adalah pria tua yang berhati dingin, sangat tertutup dan membenci perayaan hari Natal. Scrooge membenci Natal karena baginya, Natal hanyalah sebuah omong kosong di mana orang-orang yang sudah bersusah payah bekerja dan mengumpulkan uang selama setahun harus berbagi dengan mereka yang berkekurangan.

Bahkan dia berkata kepada Fred keponakannya, bahwa Fred tidak pantas berbahagia pada hari Natal karena dia masih miskin. Meskipun diperlakukan dengan demikian, Fred tetap berniat baik untuk mengajak pamannya yang angkuh itu untuk bergabung dalam acara perayaan Natal keluarga kecilnya. Akan tetapi, hal itu ditolak oleh pria tua itu. Sebab, Scrooge tidak suka berhubungan dengan orang banyak atau memiliki relasi karena menurutnya relasi hanya akan mendorongnya untuk mengeluarkan uang. Sikap Scrooge yang begitu pelit dan angkuh membuatnya dijauhi oleh orang sekitarnya bahkan keluarganya sendiri. Pada musim dingin saat itu ada suatu keajaiban terjadi bagi Ebenezer Scrooge, dimana Scrooge bertemu dengan roh Marley sepulangnya dari tempat bisnis. Sosok Marley berusaha untuk menyampaikan sebuah pesan penting yang akan mengubah kehidupan Scrooge. Semenjak saat itu banyak kejadian aneh yang dialami Scrooge yaitu saat dia dikunjungi oleh roh dari masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Dari situlah petualangan pria tua pelit itu dimulai.

Novel A Christmas Carol yang merupakan karangan dari Charles Dickens ini berusaha untuk menyampaikan kepada pembaca tentang bagaimana gambaran kehidupan masyarakat menengah kebawah di London pada era Victoria. Dalam novel karangan Charles Dickens ini terlihat jelas kesenjangan sosial yang ditunjukan melalui perilaku dan tindakan dari karakter utama. Dickens sendiri adalah salah seorang penulis terkenal pada abad ke-19 yang sangat memperhatikan fenomena kesenjangan sosial yang berada di masyarakat saat itu. Hal itu ditunjukan hampir di semua karya sastra miliknya. Untuk mengkritik tentang kelas atas dan kelas bawah. Seperti, David Copperfield, Oliver Twist dan A Tale of Two Cities dan masih banyak lagi. Di dalam novel yang bertemakan Natal ini, Charles Dickens menggambarkan Ebenhezer Scrooge adalah orang yang pernah merasakan hidup dalam kemiskinan hal ini terlihat ketika hantu yang datang ke kamar, membawa Scrooge untuk melihat masa lalunya yang miskin yang berasal dari kelas bawah. Sejak kecil Scrooge sudah berambisi untuk menjadi orang kaya karena tidak ingin hidup dalam kemiskinan. Beranjak remaja ia mulai membuka bisnis bersama Tuan Marley (sahabatnya). Berkat dari kerja keras dan usaha, akhirnya mereka bisa membangun sebuah bisnis yang begitu sukses dan terkenal di London, sayangnya hal itu membuat Scrooge semakin enggan untuk berbagi dengan orang lain. Melalui tiga roh itu, Scrooge diberikan kesempatan untuk berubah menjadi orang yang lebih baik.

Novel klasik karangan Charles Dickens ini adalah bacaan yang ringan dan bisa dibaca dengan santai. Bahasa yang dipergunakan pun mudah untuk dipahami. Adapun yang bisa di ambil atau dipelajari dalam karakter utama dalam novel ialah, nilai-nilai kerja keras dan perjuangan yang ditunjukan oleh karakter utama dalam mencapai impiannya dan menjadi orang sukses. Selain itu, novel ini juga mengangkat tentang masalah-masalah kesenjangan sosial yang ada pada abad ke-19 saat itu, dan bahkan mungkin saja masih terjadi sampai saat ini ketika kita hidup bermasyarakat. Disamping itu, sampul buku ini juga sangat menarik dan ilustrasi-ilustrasi yang di gambarkan memperjelas situasi-situasi tertentu. Alur cerita yang tidak membosankan mengajak pembaca untuk ikut memikirkan permasalahan yang di angkat di dalam novel sehingga menjadikan novel ini salah satu pilihan untuk menemani Anda mengisi waktu luang.

Peresensi: Maya

Komentar