TULIP: Lima Pokok Calvinisme | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

TULIP: Lima Pokok Calvinisme


Kategori: Doktrin, Resensi Buku Cetak

Judul asli : --
Penulis : G. J. Baan
Penerjemah : --
Penerbit : Penerbit Momentum (bekerja sama dengan Oikonomos Foundation), Surabaya 2009
Ukuran buku : 14 x 21 cm
Tebal : 295 halaman
Sumber : Kiriman mitra (Penerbit Momentum)

Tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Itu salah satu kalimat paling terkenal dari Alkitab yang diambil dari Kitab Pengkhotbah (Pkh. 1:9). Ucapan ini benar-benar sesuai untuk fenomena zaman kita. Di tengah slogan-slogan kreativitas, tetap juga ada banyak lagu dan film dibuat, digubah, atau dirilis ulang. Namun tidak dipungkiri ada beberapa seniman yang melakukannya dengan baik yaitu dengan menambahkan aspek-aspek baru tanpa menghilangkan unsur keaslian karya seni tersebut.

TULIP termasuk karya ulang yang disusun dengan baik. Buku ini ditulis dengan tujuan menyampaikan kembali kebenaran kekristenan Reformed, khususnya doktrin keselamatan, yang telah dikukuhkan sekitar lima abad silam dalam Sinode Nasional Dordrecht (1618-1619) di Belanda. Lahirnya sinode ini juga menjadi salah satu peristiwa penting dalam pergumulan doktrinal gereja-gereja Calvinistik di Eropa. Hal ini tepat seperti yang dikatakan Pengkhotbah, tidak ada hal yang baru di dunia ini -- perselisihan doktrinal lama ini masih terus berlangsung sampai saat ini. Oleh karena itu kehadiran TULIP memang dibutuhkan.

Untuk menanggapi adanya pergumulan doktrinal yang sengit pada masa itu (dan masa kini, jika kita berani mengatakannya), TULIP berfokus pada lima pokok doktrinal penting, dalam bahasa Inggris disingkat menjadi TULIP (Total Depravity, Unconditional Grace, Limited Atonement, Irresistable Grace, dan Perseverance of the Saints).

Penulis, Pdt. G. J. Baan, adalah seorang hamba Tuhan yang berasal dari Belanda yang pernah menjadi pendeta misi di Papua. Ia tidak hanya memberikan wawasan tentang aspek doktrinal saja namun lebih dari itu dia juga mengaitkan setiap pokok yang dibahas dengan doktrin-doktrin lain yang bersangkutan yaitu dengan membandingkannya dengan aspek iman gereja historis, mengutip bagian-bagian kredo atau pengakuan iman yang relevan (teks lengkap dari tiga pengakuan iman Reformed diberikan di bagian apendiks), dan aspek alkitabiah dengan memberikan pembahasan perikop-perikop Firman Tuhan yang melandasi setiap poin. Akan tetapi, setelah mempertimbangkan pergumulan yang melatarbelakangi Sinode Dordrecht, penulis menerapkan teologi polemis dengan memberikan argumen, jawaban, dan sanggahan-sanggahan bagi pandangan-pandangan yang berlawanan atau berbagai keberatan yang sampai saat ini terus diajukan terhadap kelima pokok Calvinsime tersebut.

Meskipun ditulis dengan format yang tidak terlalu besar dan tebal, namun buku ini tidak dimaksudkan sebagai risalah doktrin Reformasi (lih. hlm. x, 190). Pembahasan yang diberikan pun cukup padat dan beralur jelas.

Kita patut bersyukur karena setiap kebenaran iman Kristen dibangun berdasarkan kanon yang sudah lengkap dan tertutup serta bisa kita uji secara objektif seperti kebenaran yang disampaikan dalam TULIP ini. Selain itu melalui buku ini penulis juga mengajak kita untuk makin rendah hati dalam memuliakan Allah yang telah memilih kita ke dalam keselamatan kekal. Buku ini tidak difokuskan untuk pekerja Tuhan di gereja saja tapi untuk semua kalangan.

Peresensi: Irwan Tjulianto

Komentar