Tahukah Anda Siapa yang Pertama Kali Mengirim Kartu Natal? | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Tahukah Anda Siapa yang Pertama Kali Mengirim Kartu Natal?


Kategori: Artikel, Natal

Sebuah fenomena baru-baru ini mengatakan bahwa tradisi berkirim kartu Natal berasal dari London, dan dimulai tahun 1843.

Awalnya, orang-orang bertukar kartu ucapan Natal yang ditulis dengan tangan. Pertama-tama kartu tersebut diberikan langsung ke orangnya, baru kemudian pada perkembangannya kartu tersebut dikirim melalui pos. Menjelang tahun 1822, industri rumah tangga yang membuat kartu Natal dilarang oleh sistem pengeposan di Amerika Serikat. Pada tahun itu, kepala urusan pengeposan di Washington, D.C. menyampaikan perlunya mempekerjakan 16 tukang pos tambahan. Karena kuatir masalah ini nantinya akan semakin melelahkan, dia meminta kongres untuk membatasi pengiriman kartu lewat pos, dan berkata, "Saya tidak tahu apakah yang akan terjadi jika terus-menerus seperti ini."

Alih-alih berhenti, dengan adanya kartu-kartu Natal yang berpenampilan menarik di pasaran membuat pengiriman kartu justu kian membanjir. Kartu Natal pertama yang didesain untuk dijual adalah karya seniman London, John Calcott Horsley.

Sebagai ilustrator yang dihormati saat itu, Horsley ditugasi oleh Sir Henry Cole, pengusaha kaya-raya Inggris yang menginginkan kartu yang bisa dia kirimkan untuk teman-teman dan rekan bisnisnya untuk mengucapkan "Selamat Hari Natal" kepada mereka.

Sir Henry Cole adalah inovator ulung tahun 1800-an. Dia memodernisasikan sistem pengeposan Inggris, mengelola gedung Albert Hall, menyusun pameran besar-besaran tahun 1851 dan mengawasi inagurasi museum Victoria dan Albert. Lebih dari itu, Cole berusaha keras untuk "memperkaya hidup". Untuk itu pada masa senggang dia membangun toko seni di Jalan Bond yang secara khusus menjual benda-benda hiasan rumah. Pada musim panas tahun 1843, dia menugaskan Horsley untuk menggambar kartu yang mengesankan untuk Natal tahun itu.

Horsley membuat tiga panel sejajar yang bergambar. Masing-masing kedua sisi panel itu menceritakan perbuatan baik: memberi pakaian bagi orang-orang yang telanjang dan memberi makan orang-orang yang lapar. Pada bagian tengahnya memperlihatkan sebuah pesta orang-orang dewasa dan anak-anak dengan sajian makanan dan minuman yang berlimpah ruah.

Tulisan pada kartu Natal pertama berbunyi: "Selamat Hari Natal dan Tahun Baru." Kata "Selamat" (Inggris: "Merry") secara rohani kemudian diartikan "diberkatilah", seperti dalam frasa "merry old England" (diberkatilah Inggris). Dari ribuan kartu cetakan asli untuk Henry Cole, dua belas di antaranya masih disimpan sebagai koleksi pribadi hingga kini.

Kartu semacam itu kemudian semakin menyebar ke Inggris, lalu ke Jerman. Namun bagi orang-orang Amerika perlu 30 tahun untuk memakai ide itu. Tahun 1875, pencetak logam -- Louis Prang, orang Jerman-Amerika, mulai menerbitkan kartu dan meraih gelar "Bapak Kartu Natal Amerika."

Kartu buatan Prang yang berkualitas tinggi harganya sangat mahal. Awalnya dalam kartu itu tidak ada gambar-gambar Maria dan bayi Yesus, pohon Natal yang dihiasi, maupun Sinterklas. Mereka menghiasi kartu dengan rangkaian bunga mawar, aster, gardenia, geranium, dan kuncup apel yang berwarna-warni. Orang-orang Amerika menggunakan kartu Natal, tapi bukan kartu buatan Prang; dia berhenti dari usahanya tahun 1890. Kartu pos yang diimpor dari Jerman tetap menjadi tren hingga Perang Dunia I. Menjelang berakhirnya perang, industri kartu Natal di Amerika mulai lahir.

Kini di Amerika Serikat sendiri lebih dari 2 juta kartu Natal dikirim setiap tahunnya. Kartu Natal menjadi kartu yang paling laris terjual. (t/Setya)

Diambil dan diterjemahkan dari:

Nama situs : The Great Idea Finder
Judul asli artikel : Did You Ever Wonder
Who Sent the First
Christmas Card?
Penulis : Phil Ament
Alamat URL : http://www.ideafinder.com/
Tanggal akses : 29 September 2010

Komentar