Piala Dalam Karung Gandum | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Piala Dalam Karung Gandum


Kategori: Alkitab, Resensi Buku Cetak, Pelayanan Anak

Judul asli : --
Penulis : Wiharja Jian
Penerjemah : --
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung 2004
Ukuran buku : --
Tebal : 241 halaman
Sumber : Pub. e-Buku edisi 11/2006

Buku ini berisi 83 topik cerita dari Alkitab yang ditujukan kepada anak-anak. Alkitab memang senantiasa menjadi sumber pengetahuan dan sumber iman, baik untuk orang tua maupun anak-anak. Tidaklah mengherankan apabila dalam kata sambutannya di buku ini, Dr.P.D. Latuihamalo mengingatkan pada orang tua kristiani yang berada di Tanah Air agar selalu waspada dengan membimbing anak-anak mereka di jalan Tuhan. Gereja-gereja di Eropa banyak yang kosong, katanya, karena anak-anak tidak biasa masuk ke gereja dan para orang tua tidak menggalakkan bacaan Alkitab bagi anak-anaknya sejak usia dini.

Peran cerita Alkitab cukup berpengaruh atas jiwa anak-anak. Apabila mereka diberi pelajaran melalui kisah-kisah dari Alkitab, pastilah setelah mereka beranjak remaja mereka akan akrab dengan kisah-kisah itu dan iman mereka akan bertumbuh. Pembinaan jemaat dapat dilakukan dari kelas-kelas anak-anak yang ikut di sekolah minggu. Penulis buku ini menyusun kisahnya dari buku Kejadian dengan harapan bahwa kisah-kisah yang amat pendek ini dapat dijadikan orang tua sebagai bahan untuk menyiapkan generasi mendatang, dengan mengutip Matius 18:6: "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut." Kalau ditinjau dari sudut ini, betapa besar tanggung jawab orang tua untuk memelihara rohani anak-anak mereka. Bayangkanlah apabila orang tua memberikan buku-buku komik yang tidak karu-karuan ceritanya, bukankah itu bagian dari tindakan menyesatkan pikiran anak-anak? Sebelum masuk ke sekolah minggu, bukankah orang tua yang harus menyiapkan mereka dari rumah, pengenalan akan iman kristiani? Dewasa ini anak-anak memang menjadi sasaran cerita-cerita yang menarik untuk pikiran dan hati anak-anak kecil. Perhatikanlah kisah-kisah kartun di layar televisi, banyak berisi dongeng yang menyesatkan. Begitu pula dengan komik-komik yang beredar sekarang ini, banyak yang ditujukan kepada anak-anak. Anak-anak menjadi sasaran utama pencipta cerita-cerita yang menyesatkan pikiran, dan orang tua sudah selayaknya berhati-hati memberikan bahan bacaan kepada anak-anak.

Penulis buku ini hanya menulis kisah dari buku Kejadian dengan singkat dan kemudian dibagi ke dalam sistematika penulisan: dimulai dengan "Doa persiapan" dan diikuti dengan "Penyampaian firman" (yang menjadi inti cerita yang terdiri dari beberapa paragraf saja), lalu apa "Kesimpulan" (ringkasan yang penting), "Doa penutup" dan diakhiri dengan "Penerapan". Sistematika seperti ini berguna bagi guru sekolah minggu dengan peluang untuk mengisi "Penyampaian firman" lebih mendalam dan dengan waktu yang memadai. Yang menjadi kesulitan bagi guru atau orang tua yang menggunakan narasi yang disajikan dalam buku ini, ialah singkatnya kisahan yang membuat guru atau orang tua harus menyiapkan diri dengan baik. Kisahan ini merupakan penuntun untuk guru dan mereka memerlukan bahan kisahan yang lebih panjang, dan tentunya harus diperoleh dari Alkitab itu sendiri. Sumbernya terdapat dalam teks yang ditempatkan di bawah judul, dengan maksud supaya orang tua atau guru yang menggunakan buku ini kembali kepada nas Alkitab. Bantuan yang diberikan penulis ialah berupa arahan melalui susunan pelajaran: awal, tengahan (isi) dan kesimpulan disertai contoh doa. Banyak pencerita yang mengalami kesulitan menyimpulkan ceritanya, apalagi cerita yang diambil dari Alkitab.

Buku ini perlu dimiliki para orang tua dan guru sekolah minggu, dengan catatan harus mempersiapkan diri lebih dahulu sebelum tampil di depan anak-anak. Penghayatan cerita perlu dimiliki setiap pembina anak-anak.

Sumber disunting dari:

Judul majalah : Kalam Hidup
Edisi : Juni 2005, Tahun ke-75 No. 801
Peresensi : Tidak dicantumkan
Halaman : 50 -- 51

Komentar