Perjalanan ke dalam Hati Allah itu Gampang | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Perjalanan ke dalam Hati Allah itu Gampang


Kategori: Resensi Buku Cetak, Hidup Kristen

Judul asli : --
Penulis : Calvin Miller
Penerjemah : --
Penerbit : Penerbit Ungaran, Yogyakarta
Ukuran buku : --
Tebal : --
Sumber : Pub. e-Buku edisi 40/2009

Kata Calvin Miller, penulis buku ini, perjalanan ke dalam hati Allah bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit. "Menyelam ke dalam kepenuhan Allah bukanlah perjalanan yang jauh, yang harus dipergumulkan seorang Kristen seumur hidup. Jarak itu hanyalah sedekat hati seseorang, suatu gerbang megah yang menuju realitas Allah," kata Calvin Miller.

Sembari mengutip kata-kata Rasul Paulus di depan jemaat Korintus, "... Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Tapi, segampang itukah manusia sanggup menyelam ke dalam kepenuhan Allah?

"Kuncinya," kata Miller, "Penyangkalan diri." Nah, batu uji sesungguhnya terletak pada "penyangkalan diri" itu. Sanggupkah kita menyangkal diri dari jeratan harta duniawi, misalnya?

Mengapa kita sulit mencapai kedalaman Allah? Kata Miller, karena kita tidak sunguh-sungguh mencarinya. Padahal, pintu untuk menuju ke sana begitu dekat dengan kita, yakni doa. Doa merupakan pintu agung yang membawa kita masuk kepada kedalaman Allah. Tetapi mengapa kita menjauhi pintu-pintu agung yang membawa kita kepada Allah?

Sebab utamanya adalah karena kita sangat sibuk dengan urusan duniawi. Kadang-kadang, kita diragukan oleh perasaan apakah doa kita ada gunanya. Kadang-kadang kita marah kepada Allah di dalam hati kita. Dan yang paling utama adalah bagaimana kita bisa mengalahkan nafsu kedagingan kita untuk bisa menyelami kedalaman hati Allah yang begitu luas dan damai.

Bagi orang-orang percaya, yang mendambakan hubungan yang dalam dengan Allah, Calvin Miller menunjukkan bagaimana menghancurkan tirani dari hal-hal yang mengikat hati kita dan menemukan keintiman dengan Allah yang terlalu luar biasa untuk diukur dengan pancaindra manusia.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama tabloid : Gloria, edisi 162, Minggu IV, Agustus 2003
Peresensi : Alex
Penerbit : PT. Jawa Media Agro Indonesia
Halaman : 27

Komentar