Penyebaran Bacaan Kristen dengan Cuma-Cuma | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Penyebaran Bacaan Kristen dengan Cuma-Cuma


Kategori: Artikel

Diringkas oleh: Puji Arya Yanti

Memberikan surat selebaran kepada orang lain bisa dibilang gampang-gampang susah. Jika hanya membagikan kepada orang lain mungkin mudah, tapi agar selebaran tersebut tidak hanya diterima tapi juga dibaca, menjadi hal yang sulit dilakukan. Berikut beberapa petunjuk yang dapat menolong Saudara dalam mendistribusikan surat selebaran tersebut.

Kenakan pakaian yang bersih, rapi, dan menarik hati. Hendaknya seorang Kristen tidak membiarkan dirinya kelihatan buruk dan tidak menarik hati. Hal ini dilakukan agar dapat mencapai orang-orang yang mementingkan hal-hal yang baik, bersih, dan rapi, yang mengukur kita dari penampilan luar. Penampilan kita akan ikut menentukan apakah kelompok orang-orang ini akan membaca surat selebaran yang kita bagikan atau tidak.

Ramah tamah dan bersenang hati. Sulit sekali untuk menolak sebuah senyuman, karena itu sebuah senyum sering menjadi unsur yang penting dalam menentukan apakah seseorang akan menerima dan membaca sebuah bacaan Kristen.

Berani dan bergerak dengan tenang. Ketika memberikan surat selebaran, hendaknya jangan dilakukan dengan tergesa-gesa dan gugup. Jika tidak, orang akan mengira Anda orang aneh. Ingatlah juga, Injil adalah berita baik yang membawa kepada keselamatan, karena itu kita harus berani mengabarkannya dan jangan gentar.

Lakukan hal-hal di atas sehingga orang yang menerima surat selebaran itu merasa bahwa ia sedang berbuat baik kepada Saudara. Ucapkan pula "terima kasih" ketika memberikan surat selebaran, orang akan enggan menolak apa yang hendak Anda berikan itu.

Di bawah ini contoh kalimat yang dapat digunakan ketika memberikan surat selebaran.

  1. "Ini ada sesuatu untuk dibaca di rumah, Pak/Ibu/Bung/Dik. Terima kasih!"
  2. "Silakan baca ini pada waktu luang, Nak/Ibu/Bung/Bi/Dik. Terima kasih!"
  3. "Ini ada bacaan penting untuk Bapak/Ibu/Saudara/i. Terima kasih!"
  4. "Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sudah pernah mendapat seperti ini?" Jawaban akan: "Belum" atau "Apa itu". Lalu surat selebaran diserahkan sambil mengatakan, "Di dalamnya ada berita penting untuk Bapak/Ibu/Saudara/Saudari ketahui".
  5. "Ini ada pamflet cuma-cuma untuk Bapak/Ibu/Saudara/Saudari. Terima kasih"
  6. "Tidak dijual. Silakan ambil saja!" (Ini dapat dipergunakan jika serombongan orang lewat dengan segera dan Saudara tidak memunyai kesempatan untuk berbicara lebih banyak.)

Contoh kalimat lainnya yang dapat digunakan apabila orang banyak melewati Anda dengan cepat adalah seperti berikut.

  1. "Berita penting!"
  2. "Ambillah dan baca!"
  3. "Terima kasih banyak!" (Inilah yang terbaik).

Jangan berharap orang-orang akan datang dan meminta surat selebaran itu dari Saudara. Karena itu, bawalah selebaran itu kepada mereka. Jika ada orang yang menolak, beberapa ucapan di bawah ini dapat mengubah niat mereka.

  1. "Gratis!" atau "Tidak usah bayar!"
  2. "Ayo ..., ambillah. Hanya semenit untuk membacanya!"
  3. "Silakan ambil. Tidak berat!" (Ucapan ini menyebabkan orang tertawa dan akhirnya mengambilnya juga. Ada kalanya baik juga untuk berkelakar sedikit sebagai peruntuh penghalang penolakannya.

Namun, jangan sekali-kali memaksakan surat selebaran kepada seseorang! Kata-kata "Terima kasih banyak!" baik untuk diucapkan ketika orang menolak untuk menerima.

Sebelumnya, periksalah dengan baik surat selebaran yang hendak dibagikan. Apakah susunan dan tata bahasanya baik, benar-benar berisi berita Injil, dan dicetak dengan baik. Perhatikan pula sasaran Anda. Karena beberapa macam surat selebaran hanya baik diberikan kepada beberapa golongan masyarakat saja. Karena itu buatlah pemisahan surat-surat selebaran menurut golongannya sehingga dapat dipergunakan dengan tepat dalam kontak pribadi dengan orang lain. Apabila surat selebaran akan disebarkan kepada umum, perhatikanlah agar isinya khusus untuk mengadakan kontak dan menanam suatu benih dalam hati si penerima.

Apakah sekarang Saudara siap untuk pergi? Ke mana tujuan Saudara? Berikut beberapa tempat yang dapat Anda jadikan tujuan.

  1. Stasiun kereta api atau bus. Di tempat ini banyak orang yang menunggu. Pakai kesempatan itu untuk memberikan selebaran kepada mereka. Bila penjaga stasiun meminta Saudara untuk jalan terus atau cepat berlalu, terimalah tegurannya dengan hormat.
  2. Dari rumah ke rumah. Cara inilah yang terbaik untuk mendistribusikan surat selebaran. Gunakan setiap kesempatan untuk berbicara dengan orang-orang. Jika bisa, jual pula buku-buku Kristen. Jika surat selebaran yang dibawa banyak dan Saudara hanya memiliki waktu yang terbatas untuk menyebarkannya, masukkan saja surat selebaran itu di dalam kotak-kotak pos di depan rumah-rumah itu.
  3. Di pasar-pasar. Ini adalah tempat yang baik, karena banyak orang ada di sana. Mereka akan mendapat kesempatan untuk memasukkan surat selebaran itu ke dalam kantong belanjaan untuk dibaca di rumah.
  4. Di sudut atau di siku jalan. Ini juga tempat yang baik bila Anda ingin melakukan penyebaran secepat mungkin, terutama pada waktu-waktu yang sibuk. Jika kesibukan mulai berkurang, pergilah kepada orang-orang itu. Jangan hanya berdiri di satu tempat dan memberikan kepada mereka yang datang kepada Saudara saja.
  5. Bus-bus, kereta api, dan sebagainya. Berjalanlah dari ujung satu ke ujung lainnya dengan melempar senyum manis sambil memberikan selebaran kepada setiap orang untuk dibaca selama perjalanan mereka.
  6. Rumah-rumah sakit, penjara-penjara atau lembaga permasyarakatan, dan lembaga lainnya. Di tempat-tempat ini, Saudara memerlukan surat izin dari yang bersangkutan. Bila izin telah diberikan, Saudara mendapatkan kesempatan yang baik sekali.
  7. Universitas-universitas, sekolah-sekolah, dan kantor-kantor besar. Bagikan selebaran di tempat-tempat ini ketika orang-orang keluar.
  8. Melalui pos. Mengirim surat selebaran melalui pos sering kali berhasil. Untuk memerolah alamat-alamat orang, gunakan buku daftar telepon dan surat-surat kabar.

Sebarlah literatur ke mana pun Saudara pergi! Ini merupakan kunci untuk menyampaikan firman Allah. Mulailah bekerja. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Bacalah buku-buku mengenai hal ini, namun kegiatan itu tidak dapat menggantikan tindakan pergi keluar dan melaksanakannya.

Beribu-ribu orang sudah bertobat karena membaca buku-buku, surat-surat selebaran, dan kursus-kursus Alkitab tertulis. Berjuta-juta orang juga dapat dicapai dengan jalan ini. Namun, hal itu tidak akan terjadi apabila Saudara tidak mau keluar dan melaksanakannya. Saudara dapat menyebarkan surat-surat selebaran sekali seminggu atau sekali setahun. Gunakan pula waktu luang Saudara untuk menyebarkan bacaan dan mempersembahkan Kristus kepada mereka yang memerlukan-Nya.

Diringkas dari:

Judul buku : Dinamika Pelayanan Literatur
Penulis : George Verwer
Penerbit : OM Indonesia dan YAKIN
Halaman : 49 -- 57

Komentar