Penderitaan Yesus Kristus | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Penderitaan Yesus Kristus


Kategori: Resensi Buku Cetak, Paskah

Judul buku : Penderitaan Yesus Kristus
Judul asli : The Passion Of Jesus Christ
Penulis/Penyusun : John Piper
Penerjemah : Stevy Tilaar
Editor : --
Penerbit : Penerbit Momentum, Surabaya 2005
Ukuran buku : 14 x 21 cm
Tebal : 115 halaman
ISBN : --
Buku Online : --
Download : --
Sumber : Pub. e-Buku edisi 18/2007

Gambar kepala Yesus yang bermahkota duri pada sampul depan mencerminkan buku ini. Buku karya John Piper yang berjudul "The Passion Of Jesus Christ" ini patut dijadikan refleksi Paskah Anda tahun ini. Sebuah rencana yang tidak dapat terselami secara akal manusia perihal rencana Allah akan penderitaan Yesus tersebut.

Kematian Yesus Kristus juga sempat menjadi isu politik dan isu personal pada abad ke-21, bahwa penderitaan Yesus merupakan suatu hal yang menakutkan. Akan tetapi, di sisi lain ada anggapan bahwa kematian Yesus di kayu salib adalah untuk suatu alasan simpati agama saja.

Lepas dari isu di atas, hal terpenting dari tulisan John Piper ini ialah ajakannya bagi setiap orang percaya untuk semakin mengenal tujuan Allah yang agung dalam kematian Anak-Nya bagi kita. Ada lima puluh alasan kenapa Yesus mati berdasarkan Perjanjian Baru. Beberapa tujuan Kristus menderita bagi kita di antaranya adalah untuk membawa kita kepada iman dan menjaga kita agar tetap beriman; menjadikan kita kudus, tak bercacat, dan sempurna. Sempurna di sini berarti bahwa kematian Yesus adalah kunci kita dalam melawan dosa yang didasarkan akan jaminan kesempurnaan yang telah kita miliki. Masih ada 48 alasan Allah lainnya atas pengorbanan Yesus yang bisa Anda ketahui dari buku John Piper ini.

Sebuah referensi yang bagus dijadikan penuntun bagi Anda untuk mendalami anugerah agung dari Allah bagi setiap orang percaya lewat pengorbanan Yesus Kristus. Rasakan berkat yang luar biasa yang bisa Anda peroleh dari buku John Piper ini. Selamat Paskah.

Peresensi: Kristina Dwi L.

Komentar