Pembaca adalah Pemimpin | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Pembaca adalah Pemimpin


Kategori: Artikel

Pernyataan ini kemungkinan klise, tetapi benar; dan saya berharap Anda percaya dan melakukannya. Jika Anda melakukannya, Anda dapat jauh lebih maju ketimbang mereka yang ada dalam kerumunan dan mencapai tujuan Anda lebih mudah dan lebih cepat. Dan ketika Anda berada di dalamnya, Anda akan menemukan bahwa Anda menjadi dewasa dengan seimbang yang akan menghormati Tuhan dan membuat Anda menjadi pekerja yang lebih efektif.

Hati Anda bertumbuh dengan berbagi, tetapi pikiran Anda bertumbuh dengan menerima; dan keduanya diperlukan untuk sebuah kehidupan pelayanan yang bahagia dan seimbang. Pekerja Kristen yang tidak membaca tidak mengisi bahan bakar untuk pikirannya dan makanan untuk jiwanya, dan mereka berakhir dengan mencoba untuk memutar-mutar pelayanan mereka seperti jaring laba-laba. Lebah memunyai pendekatan yang jauh lebih baik. Mereka mengumpulkan serbuk sari dari banyak sumber, tetapi menghasilkan madu mereka sendiri. Kebanyakan orang lebih memilih madu daripada jaring laba-laba.

Beberapa mitos mengenai membaca seharusnya ditampilkan, dimusnahkan, dan dikuburkan sekarang dan selamanya. Yang pertama adalah Anda harus menjadi "tipe murid" untuk menjadi seorang pembaca yang efektif. Saya tidak tahu berapa kali saya telah mendengar pelayan Kristen berkata, "Baiklah, itu tidak masalah untuk Anda karena Anda adalah seorang kutu buku. Tetapi saya bukan tipe murid."

Saya tidak keberatan untuk dipanggil sebagai kutu bahkan kutu buku -- karena Tuhan saya menyebut diri-Nya ulat saat Dia disalib untuk saya (Mazmur 22:6); tetapi saya tidak yakin bahwa saya tahu "tipe murid". Saya mengira bahwa orang-orang ini merujuk pada seorang pelajar yang selalu menghadapkan hidungnya di depan buku dan kakinya dengan mantap tertanam dalam udara, sarjana gadungan yang menghindari tanggung jawab dengan berburu ruangan akademi sementara ia mati secara perlahan-lahan karena gelar. Jika itu permasalahannya, saya tidak termasuk, dan saya senang.

Namun, jika "tipe murid" yang mereka maksudkan adalah seseorang yang mencintai kebenaran dan berhasrat dalam memburunya, yang memercayai bahwa semua kebenaran adalah kebenaran Allah, yang mengetahui bahwa buku adalah harta sepanjang masa yang menunggu untuk ditambang, saya mengaku bersalah. Salah satu kualifikasi untuk pelayanan adalah "mampu mengajar" (1 Timotius 3:2), dan itu nampaknya cukup beralasan jika "mampu mengajar" menyiratkan "mampu belajar". Jika tidak, apakah yang Anda akan ajarkan?

Saya diberi tahu oleh beberapa pengacara antimembaca, "Yesus memanggil pengikutnya 'murid' dan bukan 'siswa' Jadi, kita harus berhati-hati supaya kita tidak melebih-lebihkan pembacaan ini." Jika mereka memahami arti kata murid, mereka akan melihat betapa lemah argumen tersebut. Mungkin kata yang hampir mendekati kata murid adalah orang magang, seseorang yang hidup dengan seorang tuan pekerjanya, memerhatikannya, dan belajar darinya, dan menerapkan hal yang ia pelajari ke dalam latihan di bawah pengawasan gurunya. Apa yang ia pelajari, mampu dibagikan kepada yang lain karena ia telah melakukannya sendiri. Membaca adalah bagian dari magang kita bersama dengan Tuhan; ini adalah satu cara Dia mengajar kita.

Kecuali untuk beberapa aliran eksentrik dan antiintelektual yang menyamakan pengabdian dengan kesucian, iman Kristen selalu menekankan pentingnya belajar sebagai sebuah alat untuk kehidupan. Allah memberi kita sebuah Buku yang menginspirasi untuk dibaca, dan kita memberikan khotbah dari buku tersebut, menulis buku tentangnya, mendorong para murid untuk mempelajarinya, dan mendirikan gereja dan sekolah untuk mengajarkannya. Baik Anda menerimanya maupun tidak, jika Anda merupakan bagian dari gereja Kristen, Anda adalah bagian dari kelompok yang selama berabad-abad telah menekankan pendidikan sebaik pelatihan.

Ketika Anda berhenti membaca, Anda berhenti bertumbuh; dan ketika Anda berhenti bertumbuh, Anda mulai mati perlahan-lahan. Prosesnya mungkin lambat dan tidak menyakitkan, tetapi jalan bagi orang-orang yang tidak suka membaca adalah kesuraman.

Namun, izinkan saya untuk mempercepat dalam mematahkan mitos lainnya, bahwa membaca buku akan menjamin pertumbuhan dan kesuksesan terjadi dengan sendirinya. Tidak demikian. Membaca hanyalah merupakan kunci untuk membuka pintu brankas besi. Memahami hal yang Anda baca, menghubungkannya dengan hal yang telah Anda ketahui, dan mempraktikannya di tempat Anda menaruh harta karun serta untuk memperoleh pembagian keuntungan. Merupakan hal yang tragis ketika membuka brankas dan berdiri di sana dengan tangan hampa. Pembaca adalah pemimpin hanya jika mereka menerapkan hal yang mereka pelajari ke dalam kehidupan. Untuk mengubah kiasan yang ada, membaca sebuah buku seperti menyantap makanan; tetapi jika Anda makan dan tidak berolahraga; Anda akan kelebihan berat badan, dan Anda mungkin meninggal.

Perkataan Thomas a Khempis berlaku di sini: "Pada hari penghakiman kita tidak seharusnya diadili berdasarkan hal yang telah kita baca, tetapi hal yang telah kita lakukan; tidak seberapa baik kita berbicara, tetapi seberapa rohani kita hidup." [1]

Naga ketiga yang harus saya musnahkan adalah gagasan bahwa Anda harus membaca banyak buku, khususnya yang laris terjual (bestseller), agar dapat dikualifikasikan sebagai seorang pembaca yang baik. Penerbit dan penjual buku memberi makan naga ini karena menakuti orang untuk membeli buku baru, baik mereka membacanya maupun tidak. Semua pelanggan yang khawatir ini membeli semua buku laris hanya untuk menaruhnya di rak buku, dan selalu berjanji kepada dirinya untuk membaca buku-buku itu. Ketika sebuah judul buku muncul dalam percakapan, mereka selalu berkata, "Ya, saya memilikinya; tetapi saya belum punya kesempatan untuk membacanya sampai selesai" Seperti membaca sebuah uraian singkat pada jaket yang berdebu, mereka dapat membual dengan cara mereka melalui diskusi apa pun. Buku-buku itu sebaiknya dikembalikan ke toko selama mereka diperhatikan; mereka tidak memperoleh manfaat apa-apa sama sekali dari buku-buku itu.

Ketika Anda menyebut sebuah buku sebagai bestseller, bukan berarti Anda mengatakan bahwa itu adalah buku yang memiliki topik terbaik atau bahkan buku itu adalah sebuah bagian yang baik dari sastra. Bestseller adalah istilah yang diciptakan pada tahun 1895 oleh editor The Bookman, Harry Thurston Peck, yang secara sederhana digunakan untuk mengidentifikasi buku yang memiliki penjualan terbaik. Hal yang menarik melihat melalui buku Alice Pyne Hackett, "70 Years of Bestsellers" (1895-1965) dan menemukan judul buku yang terkenal saat itu, tetapi sudah lama dilupakan, seperti "Sparkenbroke" (1936), "And Tell of Time" (1938), dan "Top Secret" (1946). Daniel J. Boorstin menyebut bestseller "selebriti di antara buku-buku... sebuah buku yang dikenal (terkadang ekslusif) karena kepopulerannya." [2] Ia seharusnya tahu karena ia adalah seorang pustakawan Library of Congress (Perpustakaan Kongres) selama 12 tahun.

Pada mitos bestseller muncul mitos tentang perpustakaan besar. Banyak pengkhotbah dan pengajar Alkitab dengan bersemangat memercayai mitos ini, dan orang-orang yang hidup bersama mereka dan masuk ke dalam perpustakaan mereka yang menjadi besar, benar-benar tidak menyukainya. Perdebatan itu matematis: jika satu pasal dalam Injil Yohanes membuat Anda pintar, dua puluh pasal pada Injil Yohanes akan membuat Anda dua puluh kali lebih pintar.

Saya baru saja melakukan penghitungan suara di perpustakaan saya dan menemukan bahwa lebih dari lima puluh suara dipersembahkan untuk Injil Yohanes (Saya tidak menyertakan satu komentar tentang seluruh isi Alkitab.) Namun, jika Allah memerintahkan saya untuk mengurangi satu pengajaran dari buku-buku itu, saya kira saya dapat melakukannya dan kemungkinan tidak akan melemahkan baik perpustakaan maupun pelayanan saya. Saya senang banyak suara yang membahas Injil Yohanes karena mereka semua telah menolong saya dalam satu dan lain hal, tetapi saya harus mengakui bahwa saya tidak mempergunakan beberapa dari buku tersebut selama bertahun-tahun.

Sebuah perpustakaan seharusnya menjadi sebuah koleksi dan bukan sekadar tumpukan buku-buku, tetapi saya tidak memiliki baik uang untuk membeli maupun waktu untuk membaca setiap buku yang diterbitkan untuk topik apa pun. Pengkhotbah yang sibuk atau pengajar Alkitab seperti apakah yang memunyai waktu untuk mempelajari pernyataan lima puluh penulis tentang ajaran apa pun di Alkitab? Dan jika mereka melakukannya, bukan merupakan jaminan bahwa dengan membacanya membuat mereka lebih baik dalam mempersiapkan pelayanan mereka. Ahli mekanik memunyai alat untuk setiap pekerjaan, tetapi apakah ada manfaatnya membawa sepuluh peralatan untuk setiap pekerjaan?

Suatu peringatan: jika Anda memiliki keahlian di beberapa area pelajaran Anda, perpustakaan Anda akan memberitahukan hal tersebut. Selama lebih dari seperempat abad, saya memiliki spesialisasi mengenai biografi Kristen, yang menjelaskan mengapa ada ribuan buku dalam perpustakaan saya di bagian biografi. Saya juga mengkhususkan pada sejarah Victoria dan pengkhotbah pada era tersebut, saya juga memunyai sejumlah besar koleksi buku-buku khotbah yang semuanya diberi indeks dengan teliti. Saya terus menambah buku untuk setiap koleksi ini karena buku-buku tersebut penting untuk pekerjaan yang telah Allah persiapkan bagi saya.

Mitos nomor lima adalah hal yang saya sebut dengan mitos buku terbaik. Saya sering mendapat surat atau panggilan telepon dari orang-orang yang menginginkan saya untuk memberi tahu mereka nama-nama buku terbaik tentang suatu topik tertentu. Saya tahu buku terbaik untuk saya, tetapi saya khawatir tidak dapat menentukannya untuk orang lain. Buku adalah sebuah alat, dan palu yang cocok untuk saya mungkin akan terlalu berat untuk anak lelaki kecil yang tinggal di sebelah rumah saya. Sekali lagi, saya memberi tahu seorang kerabat tentang sebuah buku yang saya kira sangat berguna, dan beberapa tahun kemudian ia mengembalikannya kepada saya. Penjelasannya yang jujur adalah, "Saya tidak tahu cara menggunakannya."

Pada tahun-tahun awal pelayanan saya, saya memunyai rasa hormat yang tinggi kepada Dr. Wilbur Smith. Saya biasa membeli beberapa buku yang ia anjurkan, hanya untuk mengetahui bahwa tidak semua alat cocok di tangan saya. Saya masih tetap menghargai Dr. Smith, dan saya memperoleh manfaat dari banyak sarannya; tetapi dengan segera saya belajar untuk tidak membeli buku hanya karena seseorang mengatakan bahwa buku itu yang terbaik.

"Buku yang terbaik bukanlah buku yang sekadar menginformasikan," tulis A. W Tozer, "melainkan buku yang menggerakkan pembaca untuk menginformasikan kepada dirinya sendiri." [3] Buku terbaik adalah buku yang menolong Anda hidup dan melakukan yang terbaik. Seperti halnya Daud yang tidak dapat mengenakan pakaian perang Saul maka Anda dan saya tidak dapat bekerja menggunakan alat yang dirancang untuk seseorang lainnya.

Naga keenam untuk dibasmi adalah mitos tentang penulis yang diakui. Baik di dalam maupun di luar gereja, orang dengan pemikiran pengabdian membuat naga ini menjadi lebih hidup. Mereka memunyai daftar sejumlah penulis yang "aman", "dipertanyakan"; dan "dilarang"; dan mereka menggunakan daftar mereka sebagai sebuah ujian persekutuan dan kerohanian. Saya mendengar seorang pendeta yang mengeluarkan semua buku tulisan saya dari ruangan baca gerejanya karena saya mengabsahkan sebuah buku yang ditulis oleh seorang ahli teologi yang tidak ia setujui. Rupanya ia takut jika saya mungkin memengaruhi orangnya meskipun saya tidak menulis subjek yang kami tidak setuju.

Untuk memastikan, kita menggunakan kebijaksanaan dan akal sehat ketika kita merekomendasikan buku kepada anak muda dan orang Kristen yang belum dewasa imannya. Kita tidak meminta mereka untuk mengunyah daging sebelum gigi mereka tumbuh. Dan ketika mereka siap untuk tantangan, kita harus memperingatkan mereka untuk melatih ketajaman mereka; tetapi mereka akan terus melakukannya sepanjang sisa hidup mereka. Seiring dengan kita menjadi dewasa dalam Kristus, kita berhenti memilih antara yang baik dan buruk dan mulai membedakan yang lebih baik dan yang terbaik.

"Berjaga-jagalah terhadap atmosfer klasik," Robert Murray M'Cheyne menulis kepada seorang teman. "Benar, kita seharusnya tahu tentang mereka; tetapi hanya seperti ahli kimia yang menangani racun untuk mengetahui kualitas mereka, tidak untuk menjangkiti darah mereka dengan racun. [4] Dia menawarkan sebuah nasihat yang baik, dan saya menyarankannya untuk Anda. Tidak peduli siapa yang menulis buku yang sedang Anda baca, ujilah hal yang Anda baca dengan firman Allah dan berpeganglah pada "semua yang benar..., mulia..., adil..., suci..., manis..., sedap didengar." (Filipi 4:8)

Saya mendorong Anda untuk membaca secara luas dan belajar segala sesuatu yang Anda bisa dari sebanyak mungkin penulis. Membaca seperti makan, dan kita semua memunyai cita rasa yang berbeda. Beberapa penulis yang menggairahkan teman-teman saya benar-benar membosankan saya, tetapi itu hanya berarti selera kami berbeda. Akankah Anda akan memutuskan hubungan dengan orang yang tidak menyukai masakan China atau pasta?

Meskipun begitu, jangan membaca terlalu luas sehingga Anda gagal untuk menemukan penulis yang benar-benar sesuai dengan cara berpikir Anda. Jangan menjadi murid untuk semua penulis, tidak peduli seberapa besar pertolongan yang diberikan orang itu kepada Anda; tetapi cari tahulah penulis yang pesannya membuat Anda menjadi orang yang lebih baik, siswa yang lebih baik, dan seorang pelayan Tuhan yang lebih baik.

Tidak peduli seberapa tua sebuah buku, itu adalah buku baru bagi Anda jika Anda belum membacanya, jadilah berani untuk membaca penulis yang baru untuk Anda. Berilah diri Anda waktu untuk mengenali; Anda mungkin akan memperoleh teman untuk hidup. Salah satu cara terbaik untuk menemukan penulis baru adalah dengan membaca antologi, baik yang lama maupun baru. Bagi saya, antologi adalah campuran yang dipersiapkan oleh selusin juru masak hebat, dan itu semua adalah milik saya untuk dinikmati! Anda akan menemukan mereka di perpustakaan lokal Anda. Saya tahu: saya membeli beberapa buku tersebut dari penjualan di perpustakaan.

Meskipun Henry David Thoreau berperan dalam banyak hal di area tempat saya tidak berkecimpung-seorang penyelidik alam, seorang sarjana, seorang peserta kemah, seorang nelayan, seorang yang dikeluarkan dari gereja, dan terkadang seorang penyendiri bukunya, Walden, adalah salah satu buku favorit saya dan telah menemani saya dalam banyak perjalanan. Ketika saya sampai di bab 3-- "Membaca"-- Saya biasanya menemukan diri saya tersenyum dan mengangguk setuju. Thoreau menulis,

"Membaca dengan baik adalah membaca buku yang benar dengan semangat yang benar, sebuah latihan yang mulia dan sesuatu yang akan menugasi pembaca lebih dari latihan apa pun yang menandai penghargaan saat ini. Ini membutuhkan sebuah pelatihan seperti pengalaman para atlet, tujuan terus-menerus untuk hampir seluruh kehidupan objek ini... Berapa banyak seorang pria menandai sebuah era baru dalam kehidupannya dari membaca sebuah buku. [5]

Mungkin Anda telah siap untuk era baru itu dalam kehidupan Anda.

Catatan:

  1. The Imitation of Christ 1.1.3
  2. Daniel J. Boorstin, The Image (New York: Harper dan Row, 1964), halaman 163.
  3. "Some thoughts on books and reading," dalam Man: The Dwelling Place of God (Harrisburg, Penn: Christian Publications, 1966), halaman 149.
  4. Andrew A. Bonar, Memoirs and Remains of Robert Murray M'Cheyne (London: Banner of Truth, 1966), halaman 29.
  5. Henry David Thoreau, Walden (Princeton, N.J.: Princeton University Press, 1971), halaman 100-101, 107.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul asli buku : On Being a Servant of God
Judul buku : On Being a Servant of God:
30 Percakapan Ringan yang Menguatkan Anda
Penulis : Warren W. Wiersbe
Penerjemah : Widarti Rahardjo
Penerbit : Penerbit ANDI, Yogyakarta 2009
Halaman : 117 -- 126

Komentar