Para Ilmuwan Memercayai Ilahi | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Para Ilmuwan Memercayai Ilahi


Kategori: Resensi Buku Cetak

Judul buku : Para IImuwan Mempercayai Ilahi
Judul asli : --
Penulis/Penyusun : Ann Lamont
Penerjemah : --
Penerbit : Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, Jakarta 1997
Ukuran buku : 14 cm x 20,9 cm
Tebal : 308 halaman
Sumber : Pub. e-Buku edisi 24/2007

"Ilmu membawa manusia lebih dekat kepada Allah." Demikianlah pernyataan yang dikeluarkan oleh ilmuwan ternama, Louis Pasteur. Pernyataannya ini seolah menampik gelombang pemikiran yang menentang eksistensi Allah sebagai Pencipta.

Pertentangan antara ilmu pengetahuan dan Allah atau antara akal budi dan iman memang sudah terjadi sejak lama. Sebagai dua pilar yang membangun kebudayaan dunia Barat, filsafat Yunani dan kekristenan memang cenderung bertolak belakang. Ketika filsafat Yunani menekankan akal budi, kekristenan mengedepankan iman. Sampai Paulus pun pernah menulis, betapa pemberitaan akan salib Kristus dianggap sebagai kebodohan oleh orang Yunani (1Kor. 1:23).

Bila Anda termasuk yang meragukan keselarasan iman dan ilmu pengetahuan, buku "Para Ilmuwan Mempercayai Ilahi" ini perlu Anda baca.

Ann Lamont, penulisnya, mengangkat 21 ilmuwan ternama yang dicatat dalam sejarah umat manusia sebagai ilmuwan cemerlang. Tidak hanya itu, para ilmuwan ini merupakan tokoh-tokoh yang memercayai Allah sebagai Pencipta. Mereka ini disebutkan mengakui Allah sebagai Pencipta secara terang-terangan, beberapa juga menentang teori evolusi yang dibentuk Darwin dari tahun 1839 -- 1837.

Coba saja simak apa yang dikatakan ilmuwan-ilmuwan tersebut.

  1. Kita melihat bagaimana Allah, bagaikan seorang arsitek, menciptakan dunia sesuai dengan tatanan dan pola yang mengatur semuanya sedemikian sempurna. (Johannes Kepler, astronom yang menemukan bahwa planet bergerak mengikuti jalur eliptis, tidak secara acak; hal. 25)
  2. Semuanya adalah karya Dia ..., "Bukan bagi kami, tapi bagi nama-Mulah, ya Tuhan, semua pujian." (Samuel Morse, penemu telegraf dan sandi Morse yang juga seorang Kristen yang aktif; hal. 130)
  3. "Udara dan laut patuh pada hukum dan dalam segala gerakannya mereka menaati tata tertib ... alam mengajarkan kepada kita keajaiban yang ada di dalam laut, misteri di ketinggian langit, kebesaran, dan kebaikan Sang Pencipta." (Matthew Murray, perintis ilmu kelautan yang dibimbing Alkitab; hal. 156)
  4. Berlimpah bukti yang menunjukkan bahwa Alkitab, meskipun ditulis oleh manusia, bukanlah hasil pemikiran manusia. Tak terhitung banyaknya orang yang selalu mengacu Alkitab sebagai komunikasi dari Sang Pencipta alam semesta kepada kita. (Sir Ambrose Flemming, perintis elektronika dan penentang teori evolusi; hal. 264)

Selain mengangkat riwayat hidup singkat masing-masing tokoh, Ann Lamont turut menyertakan teori-teori maupun gagasan yang dicetuskan oleh para ilmuwan tersebut. Tak lupa disertakan pula kehidupan kerohanian mereka, meski tidak semua dijelaskan secara rinci.

Ini jelas buku yang sangat bagus untuk meyakinkan kita, bahwa di tengah banyaknya ilmuwan yang menentang penciptaan, masih ada banyak anak Tuhan yang dipakai untuk menunjukkan bahwa tidak ada pertentangan antara ilmu pengetahuan dan iman Kristen.

Peresensi: RSK

Komentar