Menyembuhkan Luka Batin Akibat Trauma: Bagaimana Gereja Dapat Menolong | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Menyembuhkan Luka Batin Akibat Trauma: Bagaimana Gereja Dapat Menolong


Kategori: Resensi Buku Cetak, Umum

Judul asli : Healing the Wounds of Trauma: How the Church Can Help
Penulis : Margaret Hill, Harriet Hill, Richard Bagge, dan Pat Miersma
Penerjemah : Melly Situmorang Wenas
Penerbit : Yayasan Kartidaya dan Gloria Graffa, Jakarta 2005
Ukuran buku : 13,5 x 20,5 cm
Tebal : 160 halaman
Sumber : Pub. e-Buku edisi 53/2010

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang penuh dengan konflik dan penderitaan, termasuk orang Kristen. Tanpa disadari terkadang masalah dan penderitaan hidup dapat mengakibatkan seseorang mengalami trauma dan luka batin. Melihat hal ini apa yang harus kita lakukan?

Penulis buku "Menyembuhkan Luka Batin Akibat Trauma" sangat peduli dengan orang-orang yang mengalami luka batin dan trauma. Melalui buku ini penulis ingin membantu pembacanya untuk menolong diri sendiri, jemaat gereja, orang lain, dan masyarakat. Terlebih lagi, untuk menangani trauma dengan cara yang Alkitabiah. Diilhami dari buku "Healing the Wounds of Ethnic Conflict: The Role of Church in Healing, Forgiveness, and Reconciliation" yang ditulis oleh Rhiannon Lloyd dan Kristine Bresser, buku ini direvisi dan dikembangkan melalui beberapa lokakarya serta diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.

Dalam buku ini terdapat sepuluh pelajaran. Dalam tiap pelajaran ada contoh singkat menyangkut materi yang sedang diajarkan dan ayat-ayat Alkitab yang terkait. Di sini kita dituntut aktif untuk menggali, menghadapi, dan mengatasi masalah-masalah di depan kita dengan bantuan saudara-saudara seiman yang lain. Ada empat pelajaran inti yang dibagikan di buku ini: mengapa kita menderita jika Allah mengasihi kita, menyembuhkan luka-luka dalam hati, proses berdukacita, serta pengampunan dan pertobatan

Pada dasarnya buku ini dimaksudkan untuk menjadi buku pegangan dalam seminar, namun lebih efektif lagi jika digunakan sebagai bahan diskusi dalam kelompok kecil. Bagi para konselor, buku ini juga bisa menjadi referensi yang menarik.

Peresensi: Therra Maya

Komentar