Menjadi Orangtua yang Bijaksana | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Menjadi Orangtua yang Bijaksana


Kategori: Resensi Buku Cetak, Pengasuhan Anak (Parenting)

Judul asli : The Power of a Parent's Words
Penulis : H. Norman Wright
Penerjemah : Christine Sujana
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta 1991
Ukuran buku : 14 x 21 cm
Tebal : 270 halaman
Sumber : Pub. e-Buku edisi 33/2008

Komunikasi adalah salah satu hal yang penting dalam hidup kita. Dengan berkomunikasi, kita bisa menyampaikan keinginan, menyatakan kasih, menunjukkan penghormatan, dan lain sebagainya. Demikian pula dalam relasi antara orang tua dan anak. Komunikasi menjadi faktor penting dalam mendidik anak. Tanpa adanya jalinan komunikasi yang baik, maka orang tua dan anak tidak dapat saling mengenal kebutuhan, kekurangan, dan kelebihan masing-masing.

Dalam buku "Menjadi Orang Tua yang Bijaksana" ini, H. Norman Wright memberikan cara-cara yang bisa ditempuh oleh orang tua dalam mendidik dan berkomunikasi dengan anak. Buku ini terdiri dari 13 bab yang dibagi dalam 3 bagian, pertama peran orang tua dalam mendidik anak, di mana di dalamnya dijelaskan pentingnya memiliki komunikasi yang sehat dalam keluarga dan penilaian terhadap cara Anda dalam mendidik anak. Di bagian kedua, penulis membahas berbagai bentuk komunikasi yang bisa merusak relasi orang tua dan anak. Sedangkan di bagian ketiga, penulis memberikan cara-cara bagaimana menjalin komunikasi dengan anak sesuai dengan keunikan anak. Di tiap akhir bab, penulis juga memberikan lembar latihan yang bisa digunakan untuk menerapkan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan.

Penjelasan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan contoh-contoh kasus menjadikan buku ini mudah dipahami. Buku ini tepat untuk orang tua muda sebagai bekal dalam mendidik anak-anak yang akan Tuhan anugerahkan. Sedangkan bagi mereka yang sudah "terlanjur" menjadi orang tua pun, buku ini bisa menjadi refleksi apakah pola didik dan komunikasi yang selama ini mereka terapkan kepada anak-anak sudah tepat. Jadi, tidak ada alasan bahwa "miskomunikasi" antara anak dan orang tua itu wajar.

Peresensi: Christiana Ratri Yuliani

Komentar