Menang dengan Cara Allah | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Menang dengan Cara Allah


Kategori: Resensi Buku Cetak, Hidup Kristen

Judul asli : Winning God's Way
Penulis : Cunningham dan Janice Rogers
Penerjemah : Xavier Quentin Pranata
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1996; Revisi 2000
Ukuran buku : --
Tebal : 179 halaman
Sumber : Pub. e-Buku edisi 01/2005

Mana mungkin? Menang melalui menyerah! Rasanya ironis dan aneh. Prinsip umum mendoktrinkan bahwa kemenangan hanya akan dicapai lewat perjuangan dan kerja keras. Tidak mungkin menang dicapai dengan menyerah. Tapi, memangkah demikian? Sebuah buku yang dikarang berkat kerja sama yang manis kakak beradik ini ingin mendobrak kemustahilan itu. Menang dengan cara Allah berarti berserah kepada-Nya dalam segala hal secara total dan menyeluruh. Benang merah tentang berserah ini diuraikan secara apik oleh Loren Cunningham, seorang penulis buku yang sekaligus hamba Tuhan. Pendiri dan Direktur Youth With A Mission (YWAM) menguatkan tesisnya melalui berbagai kesaksian atau pengalaman yang pernah ia alami dalam ladang pelayanan. Setiap tesis yang ia uraikan selalu disertai kesaksian yang mendukung. Cunningham begitu pandai memilih kesaksian yang pas untuk mendukung tesisnya. Kesaksian-kesaksian yang mewarnai buku ini tidak hanya berfungsi untuk menguatkan pendapat Cunningham tetapi secara khusus juga dapat menguatkan iman pembaca. Selain itu, serangkaian pengalaman rohani yang disajikan membuat kesan buku ini mudah dicerna dan dipahami. Berserah menurut buku ini harus menyeluruh. Artinya meliputi seluruh aspek kehidupan. Mulai dari kehidupan keluarga, pekerjaan, bisnis, pernikahan, jodoh, sampai komunikasi antar anggota keluarga.

Karenanya, penulis membagi buku ini menjadi sembilan bab. Setiap bab membahas penyerahan dalam satu aspek kehidupan. Pada intinya, melalui buku ini, bapak dua anak ini ingin membukakan rahasia keindahan dan kemenangan di balik keputusan berserah. Melalui pengalamannya di dunia pelayanan yang sarat tantangan dan pergumulan, ia berjalan, berkarya, dan melayani dalam suasana yang senantiasa berserah kepada-Nya. Baginya, dalam suatu situasi yang walau bila diukur ia mampu melakukan dan berhak melakukannya sekalipun, ia tetap menyerahkan haknya itu kepada Allah. Dan bagaimana hasilnya? Cunningham telah merasakan dan menyaksikan kemenangan-kemenangan yang Allah telah sediakan. Kiranya buku ini tepat bagi hamba-hamba Tuhan yang berkecimpung dalam dunia pelayanan. Bahkan bukan hanya mereka, buku ini pun patut dibaca oleh orang awam yang rindu memenangkan pergumulan hidup sehari-harinya melalui cara Allah. Buku ini secara umum tepat untuk dibaca oleh semua umat Kristiani yang merindukan pengalaman akan Allah yang lebih dalam lagi. Buku yang berbahasa santai ini kiranya mengingatkan kembali kepada satu pernyataan yang pernah diungkapkan seorang penulis unik bernama Arswendo Atmowiloto, bahwa berserah itu indah. Tidak hanya itu, seorang hamba Tuhan lain pernah mengatakan ketika kita angkat tangan (berserah) pada saat itu juga Allah turun tangan. Buku ini penuh dengan pengalaman-pengalaman rohani ketika seorang hamba Allah mengangkat tangan dan ketika Tuhan turun tangan, yang akhirnya terangkailah keindahan-keindahan berkat keputusan berserah.

Peresensi: Puji Arya Y.

Komentar