Membaca Surat Kabar | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Membaca Surat Kabar


Kategori: Kiat-kiat

Membaca surat kabar, majalah, dan komputer menyita 50 hingga 60% waktu membaca kita. Ketiganya memang merupakan jendela untuk mengetahui dunia dan kecenderungan ke semua bidang. Dengan mengetahui sifat-sifat dasar dari ketiganya maka kita akan mengetahui cara baru dalam membaca lebih cepat.

Surat kabar, terutama bagian berita-beritanya, sedikit memuat analisis dan komentar. Namun, sebenarnya di balik itu, masih ada bias dari wartawan, penulis berita, editor, serta "policy" dari pemegang modalnya. Hal ini terbukti kalau kita membaca suatu kejadian di mana kita juga terlibat. Berita yang ditulis kadang sangat jauh dari fakta yang sesungguhnya.

Seiring dengan kemajuan internet dan televisi, maka surat kabar lebih banyak menyajikan ringkasan dengan komentar. Dan warna dari surat kabar masing-masing sangat jelas, untuk berita-berita tertentu yang cukup peka.

Berikut adalah tip-tip untuk membaca surat kabar dengan cepat.

  1. Pertama, kenali organisasi dan tata letaknya. Banyak orang yang membaca surat kabar berjam-jam dari depan ke belakang, tapi begitu selesai ditutup seperti tidak mendapatkan manfaat apapun.
  2. Cara terbaik adalah dengan melakukan "preview" terlebih dahulu. Layangkan pandangan ke seluruh penampang halaman. Sapu judul-judulnya, pilih artikel yang akan Anda baca secara lebih saksama. Misalnya, membaca Kompas yang rata-rata seharinya memiliki 52 halaman, maka kita lihat dulu sekilas halaman depan untuk mengetahui "headlines"-nya. Baca juga indeks atau ringkasan dari masing-masing yang ada di bundel. Ini membantu untuk memenuhi kebutuhan kita, apa yang perlu kita ketahui, atau paling tidak untuk mengetahui pokok-pokoknya secara sekilas.
  3. Baca paragraf yang memuat tujuan atau inti dari berita yang ditulis, biasanya langsung di bawah judul atau subjudul. Kalau sudah mendapatkan inti berita, pindah ke berita lain. Berita-berita ulangan tidak perlu dibaca.
  4. Frasa-frasa yang sudah diketahui tidak usah dibaca, misalnya, "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi pengganti Megawati mengatakan ...." Baca langsung apa yang dikatakan.
  5. Lakukan "skimming" dan "scanning" artikel yang merupakan bidang perhatian Anda. Dapatkan petunjuk dari skimming dan scanning itu kalau perlu, baru Anda membaca secara keseluruhan.
  6. Baca tajuk rencana dengan cerdas. Paragraf pertama dan kedua biasanya berisi tentang apa yang akan dikomentari. Tatap sebentar, kalau Anda sudah paham apa yang akan dikomentari, lewati. Kemudian baca langsung kedua paragraf terakhir, ini merupakan komentar, opini, kesimpulan dari tajuk itu. Sedang bagian isi (tengah, merupakan analisanya, kalau merasa perlu, baru dibaca).
  7. Lembaran-lembaran lain cukup Anda buka hanya untuk mengetahui kalau-kalau ada yang memang patut dibaca.
  8. Membaca surat kabar cukup 15 menit, meski hari ini ada 52 halaman.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : The Power of Speed Reading
and the Art of Library (buku seminar)
Penulis : Soedarso
Penerbit : Kelompok Kompas Gramedia
Halaman : 6 -- 7

Komentar