Manakah yang Alkitabiah: Kepenatuaan atau Kependetaan | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Manakah yang Alkitabiah: Kepenatuaan atau Kependetaan


Kategori: Gereja/Pendeta, Resensi Buku Cetak

Judul buku : Manakah yang Alkitabiah: Kepenatuaan atau Kependetaan
Judul asli : Biblical Eldership -- An Urgent Call to Restore Biblical
Penulis/Penyusun : Alexander Strauch
Penerjemah : Hariyono
Editor : Efi dan Cahyo
Penerbit : Yayasan ANDI, Yogyakarta 1992
Ukuran buku : 21 x 14,5 cm
Tebal : 180 halaman
ISBN : --
Buku Online : --
Download : --
Sumber : Pub. e-Buku 132/2013

Kepemimpinan dalam sebuah jemaat sangatlah diperlukan untuk menolong jemaat tersebut bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan lebih lagi. Buku berjudul "Manakah yang Alkitabiah: Kepenatuaan atau Kependetaan" yang ditulis oleh Alexander Strauch ini menjelaskan perbedaan antara kependetaan dan kepenatuaan, tetapi buku ini lebih banyak membahas tentang kepenatuaan. Buku ini menjelaskan tentang kedudukan penatua yang alkitabiah dan beberapa karakteristik kepemimpinan seorang penatua yang menolong kita mengetahui lebih banyak mengenai cara dan metode untuk memimpin suatu jemaat. Semua pembahasan dalam buku ini didasarkan pada Alkitab sehingga dasar-dasar yang diberikan dalam memimpin atau menggembalakan jemaat tidak pernah lepas dari firman Tuhan.

Buku ini memberikan dasar pemahaman, karakter yang harus dimiliki, serta tujuan dan etika seorang pemimpin jemaat. Ada banyak sekali tugas dan tanggung jawab yang harus diemban seorang penatua dalam memimpin jemaat, misalnya pembahasan mengenai karakter seorang pemimpin/gembala jemaat. Karakter hamba harus dimiliki oleh seorang pemimpin jemaat sehingga ia mampu memimpin jemaat dengan rendah hati. Karakter ini menjadi sangat penting karena menentukan sikap kepemimpinannya. Seorang pemimpin harus mengetahui bagaimana memimpin dengan benar sehingga kepemimpinannya berkenan di hadapan Tuhan. Bahasa penulisan yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami. Penulis juga menyertakan contoh konkret dari jemaat mula-mula yang menjadi ciri dari setiap bab yang dibahas dalam buku ini. Buku ini sangat mengena bagi setiap pemimpin jemaat yang membacanya karena selain memberikan pengetahuan, buku ini juga memberikan perenungan tentang keadaan jemaat yang sedang dipimpin dan menjadikan jemaat mula-mula sebagai patokan bagi jemaat generasi sekarang. Setiap permasalahan yang dialami pada masa sekarang sebenarnya tidak jauh berbeda dari masalah yang dialami oleh jemaat mula-mula. Dari buku ini, pemimpin jemaat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kebenaran akan tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang pemimpin jemaat.

Buku ini sangat cocok untuk pemimpin jemaat, pemuda dan remaja, juga untuk para pemimpin rumah tangga karena karakter pemimpin jemaat juga dapat diaplikasikan dalam keluarga. Bagi para pemimpin jemaat, buku ini dapat menolong Anda semakin mengetahui tanggung jawab menjadi seorang pemimpin dan lebih sungguh-sungguh lagi melaksanakannya.

Peresensi: Bayu

Komentar