Kuasa Salib | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Kuasa Salib


Kategori: Resensi Buku Cetak

Judul buku : Kuasa Salib
Judul asli : Explaining the Cross
Penulis/Penyusun : Bob Gordon
Penerjemah : Lily Christianto
Editor : --
Penerbit : Penerbit ANDI, Yogyakarta 2004
Ukuran buku : 11,8 x 19,1 cm
Tebal : 110 halaman
ISBN : --
Buku Online : --
Download : --
Sumber : Pub. e-Buku edisi 72/2011

Manakah yang lebih penting, kelahiran Yesus atau kematian-Nya? Keduanya sama-sama penting. Untuk melakukan kehendak Bapa, Yesus harus lahir dan mati untuk menebus dosa manusia. Dosa-dosa manusia telah ditanggung oleh Yesus di Kalvari. Seseorang tidak akan mungkin menerima anugerah keselamatan apabila ia tidak percaya kepada peristiwa tersebut. Kekristenan juga mengakui ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi persoalan dengan kekuatannya sendiri. Untuk memperoleh kemenangan atas segala pergumulan, manusia memerlukan kuasa dari Sang Sumber Kemenangan, Tuhan Yesus. Kemenangan Yesus di atas kayu salib memberikan kuasa yang luar biasa bagi orang-orang percaya. Apakah ini yang dimaksud dengan kuasa salib?

Pertanyaan-pertanyaan yang mengusik Anda tentang kuasa salib bisa Anda jawab dengan membaca buku "Kuasa Salib" yang ditulis oleh Bob Gordon -- seorang pengajar Alkitab, penginjil, dan mantan dosen Studi Perjanjian Lama di London Bible College. Penulis mengupas peristiwa salib yang dialami oleh Tuhan Yesus beserta segala misterinya dan salib yang harus dipikul oleh orang percaya. Buku ini membahas hal-hal yang terkait dengan kuasa salib, antara lain Kuasa Salib, Kebaikan Salib Sepenuhnya, Penderitaan dan Penguasa, Penderitaan Kristus, dan Pikullah Salib Anda. Melalui buku ini, Anda dapat belajar bagaimana memiliki kehidupan yang senantiasa mengalami kuasa Tuhan, yang membuat kita selalu hidup berkemenangan melalui kuasa salib-Nya.

Hal yang menarik dari buku ini adalah setiap pembahasannya selalu dilandaskan pada Alkitab. Jika dilihat dari judulnya, buku ini terkesan "berat". Mungkin Anda menduga bahwa penjelasan-penjelasan penulis akan disampaikan dengan bahasa-bahasa teologis. Tidak! Sekalipun isinya membahas hal pokok kekristenan, penulis mampu memaparkannya dengan bahasa yang enak dibaca dan tidak membebani pembaca.

Peresensi: Fitri Nurhana

Komentar