Kesalahan-Kesalahan Eksegetis | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Kesalahan-Kesalahan Eksegetis


Kategori: Resensi Buku Cetak, Pendalaman Alkitab

Judul asli : Exegetical Fallacies
Penulis : D. A. Carson
Penerjemah : --
Penerbit : Penerbit Momentum, Surabaya 2009
Ukuran buku : --
Tebal : 212 halaman
Sumber : Kiriman mitra (Penerbit Momentum)

Sejarah umat Allah sejak Perjanjian Lama sampai zaman gereja saat ini tidak pernah lepas dari terjadinya kesalahan atau penyimpangan ajaran, bahkan penyesatan. Penyebab utama masalah tersebut bisa dikelompokkan menjadi dua yaitu kekeliruan atau ketidakcukupan dalam menggali serta menafsirkan firman dan kesengajaan untuk memelintir pernyataan Alkitab. Dalam kelompok pertama, pengajaran pada umumnya dilandaskan pada firman namun masih kurang dalam memperhatikan konteks Alkitab secara keseluruhan dari berbagai aspek penafsiran sehingga menghasilkan ajaran yang tidak berimbang. Sementara kelompok kedua hanya menjadikan Alkitab sebagai "dalih" atau "papan loncat" menuju pengajaran yang ujung-ujungnya sama sekali tidak sesuai Alkitab, seperti yang lazim terjadi dalam bidat-bidat. Buku "Kesalahan-Kesalahan Eksegetis" berbicara kepada kelompok pertama.

Sebagai seorang praktisi dalam penafsiran dan pengajaran Alkitab, D. A. Carson sangat mengerti kesulitan-kesulitan dan lubang-lubang jebakan yang bisa menyebabkan seorang penafsir, pengkhotbah, guru Alkitab, atau siapa pun yang bergelut dengan penafsiran Alkitab mendapatkan hasil yang tidak maksimal atau salah. Dalam bukunya ini, Carson mengelompokkan kesalahan-kesalahan dalam penafsiran menjadi empat kategori. Kesalahan utama yang paling sering terjadi adalah studi kata, gramatikal, logika, dan presuposisi dan sejarah. Masing-masing kategori ini dibahas dalam satu bab dan dipecah menjadi subkategori-subkategori. Pembahasan dalam setiap kasus dilengkapi dengan contoh-contoh, baik bersumber dari pengalaman pribadi maupun para mahasiswa dan para pakar Alkitab.

Dalam buku ini, Carson memang tidak banyak berbicara tentang perkembangan-perkembangan terkini dalam bidang linguistik dan filsafat paska modern yang mencoba mengubah metode penafsiran dan pemahaman atas literatur dan Alkitab. Namun, bagi orang-orang yang bertanggung jawab untuk mendidik jemaat, juga mereka yang berminat dengan penafsiran atau yang sedang belajar untuk menafsirkan Alkitab, Carson telah memberikan masukan-masukan yang paling penting dan mendasar yang sangat diperlukan dalam penafsiran yang benar dan baik. Secara keseluruhan, buku ini bukanlah buku yang sulit untuk dimengerti, dan merupakan panduan yang sangat menolong.

Peresensi: Irwan Tjulianto

Komentar