Cara Mendapatkan Buku Murah (Bahkan Gratis) | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Cara Mendapatkan Buku Murah (Bahkan Gratis)


Kategori: Kiat-kiat

Buku adalah sumber pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kemajuan diri dan orang lain. Buku harus menjadi kebutuhan primer bagi yang berkeinginan untuk maju. Karenanya, buku sebisa mungkin harus dimiliki, bagaimanapun caranya.

Berkenaan dengan itu, buku memang harus dicari, didapatkan, dan dibaca. Namun, kita sering dihadapkan dengan keterbatasan dana. Jadi, keinginan untuk membeli buku ada, tetapi apa daya isi kantong terbatas. Nah, masalah ini dapat terpecahkan jika Anda berkenan mengikuti jejak saya.

Saya memunyai lima cara untuk mendapatkan buku murah. Bahkan, saya sering mendapatkan buku secara cuma-cuma alias gratis. Kelima cara itu adalah menjadi peresensi, menjadi anggota toko buku, menjadi penulis buku, mendatangi bazaar buku, dan mengikuti lomba.

Menjadi Peresensi

Peresensi adalah orang yang memberi penilaian terhadap kelayakan buku. Peresensi akan memberi penilaian kelebihan dan kekurangan isi buku. Jadi, peresensi yang baik tentu sudah membaca keseluruhan isi buku.

Hasil resensi itu kemudian dipublikasikan. Ketika memublikasikan buku itu, sebenarnya penerbit sangat diuntungkan. Mengapa? Karena itu menjadi promosi alias iklan gratis. Maka, biasanya penerbit akan menghubungi peresensi. Untuk apa? Tentu peresensi akan diberi hadiah tambahan.

Nah, hadiah utama bagi peresensi adalah honor atas dimuatnya resensi itu di media massa. Namun, peresensi akan mendapat honor tambahan. Penerbit yang baik hati akan memberi tambahan honor dan hadiah lain. Apa itu? Buku-buku penerbit yang baru saja diterbitkan. Untuk apa? Supaya peresensi berkenan untuk meresensinya. Nah, dengan demikian, peresensi sudah mendapat hadiah berlipat: uang dan buku. Luar biasa!

Menjadi Anggota Toko Buku

Toko buku besar selalu menawarkan promosi kepada pelanggan dan calon pelanggannya. Beragam cara digunakan, salah satunya adalah menggaet anggota dengan kartu diskon khusus.

Dengan berbekal kartu itu, pelanggan akan mendapatkan diskon harga buku dan layanan istimewa. Ini harus menjadi bekal bagi kita yang berkeinginan untuk mendapat harga istimewa. Bahkan, secara berkala, toko buku mengadakan penarikan hadiah istimewa. Ada mobil, motor, dan buku-buku baru. Saya pernah mendapat hadiah buku dengan jumlah hampir 3 kardus besar. Buku-buku itu tentu menambah koleksi perpustakaan pribadi saya.

Menjadi Penulis Buku

Sebenarnya saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi penulis buku. Namun, Tuhan sungguh Mahapemurah dan Pemberi Rezeki. Kini, saya menjadi penulis buku yang lumayan produktif.

Sehubungan dengan profesi baru itu, saya mendapat beragam keuntungan. Tidak hanya uang royalti yang jumlahnya begitu menggiurkan. Namun, saya mendapat buku-buku baru juga. Dari mana buku-buku baru itu didapat? Dari sesama penulis di penerbit yang sama.

Secara temporal, para penulis dalam sebuah penerbitan itu berkumpul. Pada waktu itulah, kami saling bertukar produk. Sungguh teramat membahagiakan bagiku. Aku tidak hanya mendapat kawan baru. Namun, aku juga mendapat buku baru secara gratis.

Mendatangi Bazaar Buku

Event Organizer (pengatur acara) sering mengadakan pameran buku. Kegiatan itu melibatkan beragam penerbit buku. Nah, kita tidak boleh melewatkan momen itu. Kita dapat memanfaatkan momen itu untuk belanja buku sepuasnya. Mengapa? Karena bazaar sering memberi harga miring alias diskon yang lumayan besar.

Jika memang uangnya terbatas, kita cukup membeli buku-buku yang teramat dibutuhkan. Kita perlu menyusun skala prioritas. Jadi, hari ini kita membeli buku A dan bazaar berikutnya kita membeli buku B. Begitulah cara saya.

Mengikuti Lomba

Setiap diadakan lomba, panitia pasti menyediakan hadiah. Nah, hadiah itu beragam bentuknya. Jadi, saya selalu berusaha mengikuti lomba kepenulisan. Hasilnya lumayan besar. Saya tidak hanya mendapat hadiah uang, namun juga mendapat hadiah buku-buku baru.

Begitulah saya mendapatkan beragam buku. Kini, saya sudah mengoleksi buku yang lumayan banyak. Tiga lemari dipenuhi buku-buku itu. Kini, saya juga mulai membagikan sebagian buku-buku itu. Kepada siapa? Kepada teman sekantor, sejawat, tamu, kawan-kawan yang memang menghendakinya. Namun demikian, buku itu tidak berkurang. Tuhan memang benar: jika kita pandai mensyukuri rezeki dengan gemar berbagi, rezeki itu akan datang lagi secara berlipat.

Selamat membaca buku, semoga tulisan ini bermanfaat. Amin. Terima kasih.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : Kompasiana
Alamat URL : http://media.kompasiana.com
Penulis : Johan Wahyudi
Tanggal akses : 7 Februari 2012

Komentar