Battlefield of the Mind (Winning the Battle in Your Mind) | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Battlefield of the Mind (Winning the Battle in Your Mind)


Kategori: Resensi Buku Cetak

Judul asli : --
Penulis : Joyce Meyer
Penerjemah : --
Penerbit : Harrison House, Oklahoma
Ukuran buku : 13,5 x 21 cm
Tebal : 259 halaman
Sumber : Bahan non pub

Apa yang kita lakukan biasanya didasarkan apa yang kita pikirkan. Jika kita memiliki pikiran negatif, tindakan kita biasanya juga negatif; sebaliknya jika kita memiliki pikiran positif, kita juga akan bertindak positif. Setiap hari di dalam pikiran kita terjadi peperangan antara pikiran negatif dan pikiran positif. Iblis akan selalu berusaha mengintimidasi kita dengan hal-hal negatif melalui pikiran supaya kita jatuh ke dalam dosa. Lalu apa yang harus kita lakukan agar kita bisa menaklukkan pikiran-pikiran negatif yang muncul di benak kita?

Dalam buku ini kita diarahkan untuk mulai mengerti dan mengenal pikiran kita. Kita harus mulai menyadari dan mengerti apa yang kita pikirkan, artinya kita harus memikirkan apa yang sedang kita pikirkan. Iblis selalu berusaha menanamkan pikiran-pikiran yang salah/negatif dalam pikiran kita. Bagian pertama buku ini membahas tentang "pentingnya pikiran". Karena di dalam pikiran kita ada pertempuran antara pikiran-pikiran yang baik dan yang jahat, kita harus menjaga pikiran kita agar tetap sejalan dengan pikiran Tuhan. Hal ini memang bukanlah proses yang mudah, butuh waktu dan terus berkesinambungan. Tapi Roh Kudus pasti akan memampukan kita, yang terpenting jangan pernah menyerah.

Pada bagian kedua kita dibimbing untuk mengenal bagaimana kondisi pikiran kita saat ini. Apakah Anda menyadari bahwa kondisi pikiran kita bisa berubah-ubah? Ada saatnya pikiran kita tenang dan damai, tapi terkadang pikiran kita dipenuhi dengan kecemasan dan kekuatiran. Dalam bagian ini dibahas mengenai beberapa kondisi pikiran, mulai dari kondisi-kondisi pikiran yang salah seperti: pikiran yang melayang-layang (Wondering Mind), pikiran yang bingung (Confused Mind), keragu-raguan dan ketidakpercayaan (Doubtful and Unbelieving Mind), kecemasan dan kekuatiran (Anxious and Worried Mind), pikiran yang menghakimi, suka mengkritik, curiga (Judgmental, Critical and Suspicious Mind), pikiran yang pasif (Passive Mind), dan pikiran Kristus (Mind of Christ).

Pada bagian terakhir dibahas tentang mental padang gurun (Wilderness Mentality). Yang dimaksudkan di sini adalah mental manusia yang tidak pernah maju, hanya berputar-putar di tempat yang sama. Oleh karena itu tidak ada perkembangan dalam kehidupan orang tersebut. Bangsa Israel pun dulu mengalaminya, khususnya ketika mereka keluar dari Mesir dan berjalan menuju tanah Perjanjian. Perjalanan yang seharusnya dilakukan selama 11 hari justru harus ditempuh selama 40 tahun dengan berputar-putar di padang gurun. Jika kita tidak ingin mengalami hal yang sama kita harus keluar dari padang gurun itu dan tampil sebagai pemenang. Orang yang memiliki mental padang gurun berkata:
1. Masa depanku ditentukan oleh masa lalu dan masa kini.
2. Orang lain yang akan melakukannya untukku. Aku tidak mau mengambil tanggung jawab ini.
3. Tolong buat segalanya jadi mudah, aku tidak bisa jika terlalu berat.
4. Aku benar-benar tidak bisa. Aku susah terbiasa mengomel, mencari-cari kesalahan dan mengeluh.
5. Jangan membuatku menunggu, aku berhak menerima segala sesuatu secepat mungkin.
6. Tindakanku mungkin salah, tapi itu bukan salahku.
7. Hidupku sangat menyedihkan. Aku merasa kasihan dengan hidupku karena hidupku sangat kacau.
8. Aku tidak layak menerima berkat Tuhan karena aku tidak berkenan kepadaNya.
9. Kenapa aku tidak boleh iri/cemburu saat orang lain lebih baik dariku.
10. Saya akan melakukannya dengan caraku atau tidak sama sekali.

Bagi saya buku ini sangat bagus dan berbobot. Isinya memberi banyak manfaat. Bahkan olehnya saya bisa mengetahui bermacam-macam jenis pikiran yang seringkali tidak saya mengerti mengapa bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya. Pemikiran saya menjadi terbuka, ternyata pikiran kita walau sepertinya terbatas dan tak berbahaya bisa berakhir fatal jika tidak berjalan sesuai kebenaran Firman Tuhan. Buku ini termasuk buku rohani yang baik karena setiap penjelasan dalam buku ini didasarkan pada ayat-ayat Alkitab. Saya sangat dibangun melalui penjelasan di setiap babnya. Bagi Anda yang penasaran, segera dapatkan buku ini dan selamat membaca!

Peresensi: Billy Wagey

Komentar