Bantal Keluarga -- Kiat Menjaga Pernikahan Agar Tidak Cedera | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Bantal Keluarga -- Kiat Menjaga Pernikahan Agar Tidak Cedera


Kategori: Resensi Buku Cetak, Keluarga

Judul buku : Bantal Keluarga -- Kiat Menjaga Pernikahan Agar Tidak Cedera
Judul asli : --
Penulis/Penyusun : Paul Gunadi
Penerjemah : --
Editor : --
Penerbit : Metanoia Publishing, Jakarta 2009
Ukuran buku : 12,5 x 18 cm
Tebal : 135 halaman
ISBN : --
Buku Online : --
Download : --
Sumber : Pub. e-Buku edisi 68/2011

Keluarga merupakan tempat belajar seumur hidup. Keluarga yang sehat akan memberikan dampak positif bagi gereja dan masyarakat. Namun, tidak disangkal bahwa untuk memiliki keluarga yang sehat, rukun, dan bisa dijadikan teladan tidak bisa diperoleh secara instan. Di dalam keluarga, masing-masing anggota memiliki sifat, karakter, keinginan, dan pendapat yang berbeda-beda. Tidak jarang perbedaan-perbedaan tersebut menimbulkan konflik. Menyikapi kemungkinan tersebut, apa yang harus kita lakukan agar konflik yang terjadi tidak membuat keluarga kita berantakan? Anda bisa mencari tahu jawabannya melalui buku "Bantal Keluarga" ini.

"Bantal Keluarga" merupakan kumpulan khotbah Pdt. Paul Gunadi yang disiarkan melalui program TELAGA (TEgur sapa gembaLa keluarGA). Mengapa bantal? Menurut Pdt. Paul, bantal adalah satu perlengkapan rumah tangga yang memiliki fungsi sebagai alas kepala dan pengganjal yang empuk yang membuat kita bisa beristirahat dan tidur dengan nyaman. "Bantal" diibaratkan bisa berfungsi sebagai peredam kemarahan sehingga konflik yang muncul dalam rumah tangga tidak berkepanjangan, lebih-lebih menghancurkan keutuhan keluarga. Selain dipilih menjadi judul buku, bantal keluarga juga menjadi judul bab pertama dalam buku ini. Selain tentang bantal keluarga, Pdt. Paul juga mengupas tentang hal-hal yang umumnya menjadi persoalan utama dalam kehidupan keluarga, seperti Makna Kata Mengasihi Istri bagi Suami dan Pubertas Kedua. Penjelasan-penjelasan dalam buku ini didasarkan pada Alkitab, meskipun dalam penjelasan panjangnya penulis tidak banyak mengutip ayat Alkitab. Penguraian setiap topik disampaikan secara sistematis dan tidak bertele-tele. Hal ini tentu sangat memudahkan pembaca menarik inti pelajaran dari buku ini. Apalagi pada bab terakhir, penulis juga memberikan kesimpulan. Sungguh menyenangkan!

Berdasarkan manfaat yang terkandung di dalamnya, pembaca yang sudah berkeluarga, gembala, konselor, dan pelayan-pelayan Tuhan sebaiknya membaca buku ini. Selamat membangun rasa aman di antara anggota keluarga Anda dan selamat mencegah cedera akibat benturan konflik yang akan muncul.

Peresensi: Sri Setyawati

Komentar