Bagaimana Membuktikan Bahwa Allah Ada? | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Bagaimana Membuktikan Bahwa Allah Ada?


Kategori: Penginjilan, Resensi Buku Online

Judul asli : How Can I Know There Is A God?
Penulis : Martin R. De Haan II
Penerjemah : K. Budi Santoso
Penerbit : Yayasan Gloria, Yogyakarta 1987
Ukuran buku : --
Tebal : --
Sumber : Pub. e-Buku edisi 48/2009

Kekristenan kita sering kali dipertanyakan. Kita menyembah Allah, namun tidak dapat membuktikan secara nyata (rasional) keberadaan-Nya.

Dalam buku aslinya, "How Can I Know There Is A God?", Martin R. De Haan II mengungkap kebenaran yang membuktikan bahwa Allah itu ada. Merupakan salah satu buku dari "Seri Mutiara Iman", di dalamnya dipaparkan pendapat penulis mengenai banyaknya bukti yang ditinggalkan Allah kepada manusia berkaitan dengan keberadaan-Nya. Bukti-bukti itu pun sangat akurat, meliputi bukti-bukti umum atau universal tentang keberadaan Allah melalui penciptaan dan akal budi manusia, dan penyataan khusus yang menunjuk pada bukti-bukti khusus atau supernatural tentang keberadaan Allah melalui komunikasi khusus dan terutama dalam pribadi Kristus -- Anak Allah. Selain itu, ada banyak bukti lain yang diungkap oleh penulis dari pelaku–pelaku Alkitab, seperti Ayub, Daud, Abraham, Henokh, Yakub, dll. sebagai bentuk hubungan komunikasi Tuhan kepada manusia.

Penulis membagi pemaparannya dalam sembilan bagian yang berurutan dan saling terkait. Pada bagian akhir diungkapkan, "Bagaimana Saya Dapat Mengenal Allah yang Ada?" Penulis menjelaskan bahwa mengenal Allah adalah jauh lebih penting daripada mempertanyakan tentang keberadan Allah itu sendiri. Walaupun buku ini tidak dapat menjelaskan tentang parameter atau ukuran apa yang dapat dipakai untuk membuktikan keberadaan Allah pada setiap orang, namun ini merupakan tulisan yang bagus karena menjelaskan kebenaran mengenai keberadaan Allah yang terus disempurnakan secara alkitabiah.

Sehubungan dengan masalah teknis, karena buku ini dicetak beberapa tahun yang lalu, jadi ejaan yang dipakai sudah tidak sesuai dengan aturan EYD yang berlaku sekarang ini. Di samping itu, di bagian G buku ini ada bagian kosong yang cukup jauh dari paragraf terakhir dengan bagian penjelasnya. Akan tetapi, secara garis besar, buku ini enak dibaca karena dasar teologi yang dibahas tidak terlalu tinggi dan menggunakan gaya bahasa yang sederhana.

Buku online di atas bisa dibaca di:

Nama situs : e-Misi
Alamat URL : http://misi.sabda.org/

Peresensi: Budi Kartika

Komentar