Apa yang Menghambat Perkembangan Minat Baca? | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Apa yang Menghambat Perkembangan Minat Baca?


Kategori: Artikel

  • Masyarakat yang Suka Mengobrol ("Chatting Society")

  • Menurut penelitian dari ASEAN Libraries, masyarakat negara-negara berkembang masih kental dengan budaya mengobrol dibandingkan dengan budaya membaca. Hal ini bisa kita lihat misalnya di antrean dokter atau di ruang tunggu mana saja. Kebanyakan pasien atau orang yang menunggu menghabiskan waktunya untuk mengobrol, melamun, atau tidak melakukan apa-apa. Kalau pun ada yang membaca, biasanya membaca koran atau majalah seadanya yang disediakan di ruang tunggu tersebut. Jadi, kesadaran untuk menggunakan waktu yang berharga untuk membaca masih sangat rendah.

  • Pengaruh Televisi

  • Televisi sangat besar pengaruhnya bagi orang dewasa maupun anak-anak. Kebanyakan keluarga, baik orang tua maupun anak-anak, menghabiskan waktu luangnya di depan televisi, baik untuk menonton serial anak-anak, sinetron, maupun liputan kriminal. Meskipun program televisi itu tidak salah, tetapi jika mengonsumsinya terlalu banyak, dapat menyita waktu yang berharga yang seharusnya bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat, yaitu membaca bacaan-bacaan yang bermutu karena sebetulnya membaca dan menonton itu adalah makanan bagi mental. Apakah kita akan mengenyangkan mental kita dengan makanan siap saji ("junk food") yang tidak bergizi atau makanan mental yang bergizi? Semua pilihan ada di tangan kita sendiri. Tetapi yang sangat penting kalau kita ingin anak kita bertumbuh dengan baik secara mental, kita harus membatasi konsumsinya terhadap televisi, apalagi jika program-programnya sangat tidak mendidik, berisi kekerasan, atau pornografi. Kita bisa alihkan dengan membaca sambil diselingi film-film dari VCD yang bisa kita kontrol mutunya, seperti film-film tentang ilmu pengetahuan, budi pekerti, dan sebagainya. Di samping itu, kita sebagai orang tua juga harus bisa menjadi teladan supaya kita sendiri tidak menjadi seorang pecandu televisi.

  • Buku Bukan Prioritas

  • Umumnya, di negara yang sedang berkembang, masyarakatnya masih berjuang dalam masalah ekonomi, sehingga fokus kehidupan lebih pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan; baru kemudian merambat ke barang-barang kebutuhan lain yang lebih sekunder. Tetapi, masyarakat pada umumnya belum memunyai kesadaran yang tinggi terhadap pendidikan dan buku. Makin rendah kesadaran pendidikan seseorang, maka prioritasnya lebih ke barang yang bernilai jual dibandingkan dengan ilmu yang bersifat abstrak. Ini bisa terlihat dari prioritas kita sendiri. Jika kita memunyai uang lebih, apa yang kita rencanakan? Mengganti handphone lama dengan handphone baru? Membeli baju baru, membeli perhiasan baru? Ataukah kita membeli buku bagi diri kita dan anak-anak kita? Kadang-kadang harga buku begitu mahal terutama buku-buku impor. Apakah kita masih punya minat untuk membelinya, meskipun kita tahu buku itu sangat bagus sebagai investasi pengetahuan bagi anak-anak kita? Keluarga-keluarga yang sudah tinggi kesadarannya akan pendidikan, bahkan menganggarkan sebagian dari penghasilannya untuk membeli buku. Ini adalah suatu tindakan yang sangat positif untuk meningkatkan minat baca keluarga.

  • Kurangnya Fasilitas ("Resources")

  • Kondisi lingkungan dan masyarakat memang sangat memengaruhi budaya baca ini. Di negara-negara berkembang yang masih berkutat di seputar masalah ekonomi atau politik, pendidikan ditempatkan di urutan kesekian sehingga perpustakaan merupakan suatu hal yang langka di masyarakat. Kalau pun ada, kebanyakan adanya di sekolah atau universitas dan itu pun dengan jumlah buku yang kurang memadai. Masalah ini bukan hanya menjadi masalah pemerintah saja, melainkan juga menjadi masalah keluarga-keluarga yang merupakan inti dari masyarakat itu sendiri. Keluarga-keluarga yang masih bergumul dengan masalah ekonomi, boro-boro memikirkan buku, memikirkan urusan perut saja masih terengah-engah. Keluarga-keluarga yang lebih mampu, orientasinya juga lebih ke materi seperti yang telah dijelaskan di atas. Jadi, fasilitas yang kurang, yaitu buku maupun perpustakaan itu sendiri, turut memperlambat bertumbuhnya budaya membaca.

Tetapi, apakah kita akan tinggal diam dengan segala hambatan ini? Apakah kita akan menuntut pemerintah, masyarakat, atau sekolah untuk menyediakan perpustakaan bagi kita dan bagi anak-anak kita? Sebelum kita menuntut orang lain, baiklah kita menuntut diri kita sendiri. Mulailah dari diri kita sendiri, dari keluarga kita sendiri, dan dari anak-anak kita sendiri, supaya budaya membaca ini bisa bertumbuh, sehingga akhirnya dapat tercipta masyarakat yang memunyai budaya membaca.

Diambil dan disunting dari:

Judul buku : Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak
Judul bab : Pendahuluan -- Apa Rahasia Negara-Negara Maju?
Penulis : Anna Yulia
Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta 2005
Halaman : xii -- xvi

Komentar