Akrabkan Anak dengan Buku | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Akrabkan Anak dengan Buku


Kategori: Artikel

Orang tua sering kali menuntut anaknya untuk gemar membaca, tetapi kebanyakan mereka lupa bahwa minat baca tidak bisa datang dengan sendirinya. Minat baca harus dipupuk dari dalam keluarga sendiri dan tugas orang tualah untuk menuntun anak-anak agar menyukai buku, mencintainya, serta membekali mereka dengan minat baca.

Peranan orang tua dalam memperkenalkan buku pada anak sedini mungkin merupakan hal yang mendasar. Menciptakan suasana gemar membaca dalam keluarga dengan cara banyak melibatkan aktivitas anak yang berhubungan dengan buku adalah salah satu cara terbaik untuk membangkitkan minat baca anak.

BERMAIN DENGAN BUKU DAN MAJALAH BEKAS

Kalau Anda memunyai majalah apa saja yang tidak terpakai, janganlah buru-buru Anda buang. Biarkanlah anak Anda bermain-main dengan majalah tersebut. Anda bisa memilihkan untuknya majalah yang banyak gambarnya, seperti iklan atau foto berwarna. Sebaiknya pakailah majalah bekas dulu, karena biasanya Anda cenderung marah kalau anak merobek buku barunya, meskipun Anda sudah berniat membelikannya untuk anak. Menggunakan buku yang terbuat dari kain (kalau ada) juga dianjurkan, karena buku jenis ini, selain kuat, tidak mudah rusak, atau robek, juga dapat dicuci.

Anda bisa bermain-main dengan anak dengan cara membuka-buka buku atau majalah sambil menerangkan nama-nama benda yang Anda tunjukkan. Gambar-gambar iklan adalah yang paling mudah dan praktis yang dapat Anda gunakan untuk mengajar mereka belajar mengenal lingkungan, karena selain jelas dan besar-besar, juga warnanya terang (pilihlah yang berwarna). Sekarang ini iklan menampilkan bermacam-macam foto, mulai dari gambar orang, botol susu, sepatu, mainan, perabotan, sampai mobil dan rumah, serta banyak lagi. Foto-foto berwarna yang ada dalam majalah mengenai binatang, pohon, pemandangan, atau apa saja yang dapat memerluas pengenalan hidup dan lingkungan anak, dapat pula Anda pergunakan.

Selain buku dari kain dan majalah, Anda juga dapat menggunakan buku cerita bergambar. Perlu diingat bahwa bukan pengenalan tentang iklan dan foto yang lebih penting, tetapi pengenalan akan bendanya sendiri. Di sini, secara tak sadar Anda mengajarkan pada anak sedini mungkin bahwa benda yang berbentuk persegi empat yang disebut buku atau majalah itu adalah sumber informasi.

MANFAAT YANG BISA DIPETIK

Tidak semua orang pandai mendongeng dan hafal banyak dongeng secara lengkap. Jadi, mengapa tidak Anda gunakan saja buku sebagai pedoman untuk mendongeng. Selain itu, anak akan terbiasa dan dibiasakan melihat benda yang berbentuk segi empat itu sebagai sumber informasi dan sumber kesenangan. Di samping itu, mereka juga melihat bahwa Anda aktif membaca buku. Manfaat lain adalah Anda tidak cenderung menggunakan bahasa anak-anak, tapi bahasa baku. Ini akan memerluas dan menambah kosakata anak dan juga Anda.

Dengan membacakan buku kepada anak, Anda juga belajar berbahasa yang baik dan benar (ini diperoleh dari bacaan yang baik), karena biasanya ibu yang banyak di rumah, umumnya lebih banyak memakai bahasa daerah atau bahasa "pasaran". Biarpun Anda seorang sarjana atau berpendidikan cukup, bila terus-menerus dalam suasana informal, Anda akan kaget betapa mundur dan jeleknya bahasa Anda bila suatu saat harus menghadapi suasana yang lebih formal. Selain itu, yang penting, sejak kecil anak sudah terbiasa dan dibiasakan mendengar bahasa yang baku melalui buku-buku yang Anda bacakan, meskipun mereka belum bersekolah.

Kalau Anda membiasakan diri mendongeng lewat buku atau membacakan buku untuk anak, maka mau tidak mau Anda akan selalu terlibat dengan buku karena harus memilih buku yang akan Anda bacakan kepada anak Anda. Oleh karena itu, Anda lama-lama akan tahu buku mana yang baik dan mana yang tidak. Selain itu, dengan beragamnya bacaan anak-anak, Anda juga akan tahu dan belajar mengenal dunia anak-anak yang mungkin sudah Anda lupakan. Anda juga akan terbiasa mengikuti dan mengetahui apa yang dibaca anak-anak. Dengan demikian, anak tidak akan mengatakan, "Ah, Ibu kuno," karena tidak bisa mengikuti pembicaraan mereka.

Bila Anda terbiasa membacakan buku, maka biar bagaimanapun sibuknya, Anda akan selalu memunyai waktu untuk anak. Saat-saat Anda membacakan cerita untuk anak sungguh tak ternilai harganya karena pada saat ini pula anak bisa menerima kehangatan dan kasih sayang Anda.

Anda tidak selalu harus membacakan buku pada waktu menjelang tidur, sebab mungkin anak tidak mau tidur sebelum dibacakan. Karena itu, carilah waktu yang cocok di saat Anda dan anak dalam keadaan paling santai sehingga Anda tidak merasa hal itu sebagai suatu kewajiban. Lakukanlah dengan senang hati dan untuk kesenangan.

Perlu diketahui bahwa anak-anak tidak akan bosan mendengar cerita yang disukainya. Mereka bahkan akan meminta Anda membacanya berulang-ulang dan akan selalu mendengarkan dengan semangat yang sama besar. Jadi, janganlah berkecil hati kalau kebetulan Anda belum sempat membeli buku baru. Selain itu, cerita yang diulang-ulang membuat anak hafal, sehingga Anda dapat mengajaknya berdiskusi. Juga bila Anda salah baca, anak bisa mengoreksi Anda. Dengan demikian, anak akan menjadi kritis, cerdas, dan berani mengemukakan pendapat.

Acara membacakan buku juga bisa berfungsi sebagai "obat" penenang, karena biar bagaimanapun nakalnya anak, ia bisa duduk tenang hanya untuk mendengarkan cerita yang Anda bacakan. Mungkin mula-mula ia kurang tertarik dan tak acuh, tapi cobalah bacakan terus dengan suara yang jelas, keras, dan lagu yang enak, tentu ia akan duduk tenang dan lengket pada Anda. Anda bisa melihat mimiknya yang lucu ketika menghayati cerita yang didengarnya. Nikmatilah suasana ini dengan rasa cinta dan syukur.

Jadi, kalau Anda sudah biasa membacakan cerita pada anak Anda sejak usia dini dan memberi pengertian pada anak tanpa paksaan bahwa benda yang berbentuk segi empat terbuat dari kertas itu adalah sumber informasi, kesenangan, dan kehangatan, ia pun akan terbiasa menghadapi buku jenis lain ataupun buku pelajaran dengan cara yang arif. Dengan begitu, Anda tak akan perlu lagi mengeluh bahwa anak Anda tidak suka membaca dan belajar.

PERPUSTAKAAN KELUARGA

Hal lain yang perlu Anda ajarkan pada anak adalah belajar merawat dan menyayangi buku. Kumpulkan, rawat, serta susun yang rapi buku-buku anak Anda sehingga mereka dengan mudah dapat menemukan kembali bila memerlukannya. Dengan demikian, mereka akan belajar dan terbiasa merawat serta mencintai buku sebagai benda yang berharga dan memerlakukannya dengan hati-hati. Koleksi bukunya mula-mula bisa disimpan di lemari buku di kamarnya. Setelah banyak, Anda perlu membuat sebuah perpustakaan keluarga tempat Anda bersama-sama bersantai. Jadi, bila memungkinkan, milikilah perpustakaan keluarga di mana semua buku dari semua anggota keluarga dikumpulkan, sehingga semua berkesempatan membaca buku yang beragam jenisnya. Isilah perpustakaan Anda dengan berbagai macam topik seluas mungkin. Bila Anda kebetulan membeli buku yang bagus untuk anak, sedangkan ia belum tertarik membacanya, jangan dipaksakan, tetapi simpanlah dalam perpustakaan keluarga. Dengan demikian, sumber informasi baru telah Anda siapkan untuk anak yang akan digalinya setiap saat.

Bila Anda terbiasa dengan bacaan yang beragam, anak pun akan memunyai minat terhadap bacaan yang beragam pula. Jadi, jangan salahkan anak bila hanya membaca satu jenis bacaan atau tidak sama sekali, karena itulah gambaran orang tuanya. Maka janganlah batasi jenis bacaan anak, baik yang masih kecil atau pun yang sudah remaja. Tetapi, kalau toh anak hanya membaca satu jenis buku saja, itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Selain itu, bila Anda biasa selektif dengan bacaan yang Anda berikan kepada anak, ia pun akan menjadi pembaca yang baik dan kritis di kemudian hari.

Sedikit demi sedikit, mereka akan mengetahui mana buku yang baik yang mereka sukai. Anda tak perlu lagi selalu membimbingnya. Bebaskan mereka memilih, sebab mereka tahu apa yang mereka pilih dan Anda tak perlu khawatir bahwa mereka akan salah memilih bacaan. Percayalah bahwa anak-anak bukanlah makhluk bodoh dan Anda tidaklah selalu lebih tahu dan lebih pandai dari mereka. Tak ada salahnya bila Anda ikut pula membaca bacaan mereka, karena Anda akan bisa mengikuti perkembangan anak, antara lain lewat bacaannya.

Catatan: Pernah dimuat di majalah Ayahbunda No. 23, 27 November 1987

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Buku, Mendongeng, dan Minat Membaca
Penulis : DR. Murti Bunanta, SS. MA.
Penerbit : Pustaka Tangga, Jakarta 2004
Halaman : 3 -- 8

Komentar