Ada Apa dengan Anak Kita? | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Ada Apa dengan Anak Kita?


Kategori: Kesaksian Pembaca

Ditulis oleh: Kristina Dwi Lestari

Tak ada orang tua di muka bumi ini yang mengharapkan buah hatinya tumbuh tidak normal. Bisa jadi dalam proses tumbuh kembangnya, seorang anak kelihatannya normal secara fisik, namun mungkin saja mereka mengalami permasalahan atau gangguan secara psikologis. Gangguan psikologis apa yang sering dijumpai di dalam perkembangan anak-anak? Temukan jawabannya dalam buku ini. Karena buku "Deteksi Dini Masalah-Masalah Psikologi Anak" tulisan James Le Fanu ini akan membantu kita untuk mendapatkan informasi penting tentang permasalahan tersebut.

Apa saja gangguan psikologis yang biasa terjadi di dalam proses tumbuh kembang anak? Beberapa contoh gangguan psikologis anak yang dibahas di dalam buku ini antara lain gangguan belajar membaca (disleksia), gangguan matematika (diskalkulia), gangguan konsentrasi dan hiperaktivitas, dan lain sebagainya. Setiap bab disajikan dengan disertai ulasan dan gambaran permasalahan dan disertai solusi sehingga semakin membantu para orangtua dalam mendeteksi permasalahan buah hatinya sejak dini. Saya referensikan buku karya James Le Fanu terbitan Think, Yogyakarta ini kepada para orangtua maupun praktisi pendidikan anak sebagai sarana informasi penting untuk menambah pengetahuan Anda.

Bagi Anda yang belum memiliki buah hati perlu juga membaca buku ini. Saya, seorang karyawan swasta yang masih lajang secara 'blak-blakan' mendapat banyak manfaat dari buku ini. Semua bab yang ada di dalam buku ini memberikan pengetahuan yang selama ini belum pernah saya dapatkan. Meskipun hanya terdiri dari tujuh bab, namun buku ini sangat kaya akan informasi. Saya jadi tahu bagaimana memilah informasi yang terbaik dari berjuta informasi yang ada, tahu bagaimana menghadapi/membantu anak-anak yang mengalami kesulitan membaca maupun menulis serta berhitung, mangasuh dan mendidik anak yang hiperaktif dan sebagainya. Bab yang menarik bagi saya adalah bab kedua yang membahas tentang 'Disleksia dan Gangguan Belajar Membaca'. Saya pernah menemui satu kasus - ada satu anak yang sudah duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) tapi belum bisa membaca dengan lancar. Waktu saya bantu untuk belajar, sepertinya dia kesulitan untuk mengikuti bimbingan saya. Lama-lama terasa menjengkelkan juga tapi saya menjadi tertantang untuk menangani masalah ini. Sampai akhirnya saya menemukan buku ini. Waktu saya menunjukkan kejengkelan saya kepadanya, mungkin anak itu berkata, "Aku tidak bodoh, aku juga tidak malas. Aku hanya mengalami kesulitan ketika belkajar membaca." (hlm 45). Seandainya saya mendengar mereka berkata demikian, saya jadi merasa prihatin. Namun kenyataannya banyak juga orangtua yang ketika mendapati anaknya susah saat dibimbing untuk belajar membaca justru mengolok-olok mereka. Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi.

Lalu apakah yang sebenarnya sedang terjadi dengan anak-anak itu? Apakah mereka mengalami gangguan otak? Tunggu! Mungkin saja anak itu menderita disleksia (kesulitan membaca). Adalah penting bagi kita untuk tidak segera mengambil kesimpulan secara dini dan gegabah tanpa melihat sumber permasalahan yang ada secara lebih cermat. Kita perlu mengamati beberapa hal, yaitu: Apakah anak tersebut mengalami kendala dua bahasa antara di rumah dan di sekolah? Apakah anak tersbut memiliki gangguan fisik sehingga membuatnya kesulitan membaca? Apakah anak tersebut lahir prematur? Apakah anak tersebut pernah tidak masuk sekolah? Apakah anak tersebut sering berpindah-pindah sekolah? Apakah ada problem rumah tangga yang dialami anak tersebut sehingga membuatnya tidak bisa duduk manis di kelas? Apakah kualitas pengajaran yang didapatkan anak tersebut buruk? Atau apakah anak tersebut terlihat bosan ketika di sekolah? Karena adanya permasalahan-permasalahan sedemikian kompleks, banyak di antara anak-anak tersebut mengalami kesulitan dalam hal belajar membaca. Namun demikian ternyata ada banyak kasus, penyebab kesulitan belajar yang mereka hadapi adalah dikarenakan disleksia.

Dengan membaca buku ini paling tidak saya tahu apa itu disleksia. Ini adalah suatu gangguan belajar yang terjadi pada 5-10 persen seluruh anak di dunia dimana gangguan ini lebih banyak dialami oleh anak laki-laki. Hasil penelitian yang mengejutkan menyatakan bahwa jika salah satu anak kembar identik mengalami disleksia maka saudara kembarnya kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama. Demikian juga dengan seorang anak yang menderita disleksia maka saudara kandungnya sekitar 40% juga akan mengalami kondisi yang sama. Bukan hanya itu, bahkan jika salah satu orangtua mengalami masalah disleksia, terdapat kemungkinan antara 25-50% bagi mereka untuk mewariskan gangguan belajar tersebut kepada anak-anaknya. Suatu kenyataan yang memprihatinkan, bukan? Akan tetapi kita tak perlu kuatir, karena di dalam buku ini disebutkan juga beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mendiagnosa anak-anak yang menderita disleksia dan bagaimana menanganinya.

Saya menimba banyak ilmu dari buku ini. Buku ini benar-benar sangat membantu khususnya untuk para orangtua yang menginginkan buah hatinya tumbuh cerdas dan aktif. Dan tahu bagaimana mengantisipasi kemungkinan buruk yang mungkin dialami buah hati mereka lewat pendeteksian masalah psikologi anak-anak. Namun sayang buku ini bukanlah buku rohani sehingga setiap teori maupun penjelasan yang diberikan penulis tidak sekalipun menyinggung tentang cara pandang berdasarkan Alkitab. Meskipun begitu untuk menambah informasi tentang cara-cara mendeteksi psikologi anak buku ini bisa menjadi referensi yang cukup baik. Selamat membaca!

Informasi buku:

Judul buku : Deteksi Dini Masalah-Masalah
Psikologi Anak
Penulis : James Le Fanu
Penerjemah : Irham Ali Saifuddin
Penerbit : Think Yogyakarta, Yogjakarta 2006
Distributor : DIVA Press Group
Ukuran buku : 14 x 20 cm
Tebal : 359 halaman

Komentar