Buku Hijau Tebal | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Buku Hijau Tebal


Kategori: Kesaksian Pembaca

Ditulis oleh: Daniel Agung

Di bawah ini adalah sharing dari Sdr. Daniel Agung tentang pengalamannya sewaktu kecil ketika membaca buku dan hingga saat ini masih merasa terberkati. Kiranya berkat yang dia peroleh menjadi berkat juga untuk Anda.

Ketika kami - aku dan adikku - masih kecil, hampir setiap malam menjelang tidur ibu kami menceritakan kisah-kisah menarik dari dua buah buku hijau yang besar dan tebal. Sambil memandangi gambar- gambar yang indah di buku itu, kami pun mendengarkannya sambil terpesona, membayangkan indahnya taman Eden, mengagumi langit malam penuh bintang bersama Abraham, mengikuti perjalanan bangsa Israel di padang gurun, terharu bersama Rut dan Naomi, bersorak bersama Daud yang mengalahkan Goliat, ikut bersama anak-anak kecil yang mendengarkan khotbah Yesus di bukit, menangis ketika Ia disalibkan, dan gembira ketika Ia bangkit kembali.

Setelah aku bisa mulai membaca, giliran aku yang membacakan kisah- kisah dari buku "TJERITA-TJERITA ALKITAB PERDJANDJIAN LAMA" dan "TJERITA-TJERITA ALKITAB PERDJANDJIAN BAHARU" itu kepada adikku. Walau harus susah-payah membaca tulisan dalam ejaan lama, namun itu tidak menghalangiku untuk semakin mengaguminya. Gaya bahasanya yang khas terjemahan dari bahasa Belanda dan banyak kata kuno yang aneh justru membuat kisah-kisah dalam buku itu menjadi semakin misterius dan memikat. Ketika ibuku memberitahu bahwa aku bisa membaca cerita aslinya dari sebuah buku lain bernama Alkitab, aku segera tertarik dan membacanya.

Sekarang, dua buah buku hijau yang besar dan tebal itu aku simpan baik-baik di rak bukuku, di tempat yang mudah terjangkau dan dapat diambil sewaktu-waktu, karena sebagai guru Sekolah Minggu, buku itu bagiku merupakan sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya. Gaya berceritanya yang menarik dan gambar-gambarnya yang merangsang imajinasi -- walaupun hanya hitam-putih -- membuat aku tak bosan- bosannya membaca dan membaca buku itu kembali.

Aku berharap semoga kelak aku bisa menceritakan kembali kisah-kisah ajaib dalam buku itu kepada anak-anakku, sehingga mereka dapat pula merasakan kekaguman yang aku rasakan sewaktu aku kecil dulu, dan ikut tertarik pada kebenaran Firman Tuhan serta menerima keselamatan seperti yang telah terjadi pada diriku.

Sumber : Pub. e-Buku edisi 05/2006

Komentar